Menabur Hoax karena Kalah Data Ilmiah

Ilustrasi/Kabar hoax.
Sumber :
  • PeopleOnline

VIVA – Akademisi membantah tudingan yang meragukan independensi mereka dalam menyampaikan pendapat ilmiah seputar polemik bisphenol A (BPA) dalam air galon dalam kemasan (AMDK) berbahan polikarbonat (PC).

img_title Akademisi Nilai Langkah Gibran Turun Tangani Korban MBG Jadi Bentuk Tanggung Jawab Pemimpin

Mereka menyampaikan pendapatnya secara ilmiah dan profesional berdasarkan keahlian dan keilmuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami memang ahli di bidang itu (BPA), kami bicara sebagai ahli. Dan, saya tegaskan bahwa kami tidak pernah menerima apapun dari pihak lain terhadap apa yang kami sampaikan ke publik. Tudingan ini sudah bersifat subversif dan bisa dibawa ke pengadilan," kata Pakar Polimer ITB Ahmad Zainal Abidin, Jumat, 8 April 2022.

img_title Akulaku Group Salurkan Bantuan Pangan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi NTT

Menurutnya, kalau pakar bicara mengenai BPA merupakan sesuatu hal yang wajar.

"Tapi kalau orang dari perkumpulan seperti FMCG ini yang sama sekali tidak mengerti tentang BPA terus bicara soal BPA dan malah mengajari kami para pakarnya. Itu yang harus diragukan. Orang seperti ini yang patut dicurigai sudah ditunggangi pihak tertentu, bukan kami," tegas dia.

img_title Antisipasi Keracunan Massal, BPOM Sudah Siapkan 21 Program Pengawasan MBG

Zainal juga menegaskan bahwa dirinya memberikan pernyataan tentang PC (Polikarbonat) dan PET (Polyethylene terephthalate) itu tidak asal bunyi, tapi ada dasar ilmiahnya.
"Pendapat-pendapat selain yang disampaikan para pakar ilmiah mengenai BPA itu kan sudah disebutkan Kominfo dan BPOM juga sebagai hoax karena tidak didukung kuat oleh data-data ilmiah," tuturnya.

Dengan melontarkan tudingan yang tidak benar terhadap para akademisi terkait isu BPA, maka Zainal mengatakan bahwa itu menunjukkan ada pihak-pihak yang berusaha menjatuhkan produk-produk berbahan PC sudah kalah dalam pertarungan argumen ilmiahnya.

"Itu menunjukkan orang-orang itu sudah kalah di pertarungan ilmiah, sehingga banyak membuat berita-berita hoax. Kami punya kredibilitas," papar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zainal menyampaikan bahwa para ilmuwan dan akademisi memiliki kredibilitas yang tidak mungkin ada yang meragukan.

"Kami juga sudah sampaikan ke BPOM mengenai BPA, tapi kenapa orang lain yang sama sekali tidak terkait masalah ini yang jadi ribut? Tapi, ya, sekarang dunia kan bisa bebas membuat berita. Toh, masyarakat juga nanti yang akan menilai mana yang benar, mana yang hoax," ungkap Zainal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut