Perusahaan Harus Mendorong Perempuan Berdikari

Chairwoman G20 Empower Indonesia, Yessie Dianty Yosetya (dua kiri).
Sumber :
  • VIVA/Misrohatun Hasanah

VIVA – Operator telekomunikasi XL Axiata mengungkapkan jika jumlah perempuan yang duduk di kursi pimpinan perusahaan sebesar 30 persen. Rinciannya, posisi tersebut mencakup level supervisor, manajerial, group head, hingga tingkat direktur.

img_title Hilang Setahun, Kerangka Mozza Gadis 18 Tahun Asal Semarang Ditemukan di Jurang Tol! Pembunuhnya Kenalan dari TikTok

Selain itu, dalam rangka mendukung keterlibatan perempuan di perusahaan, saat melakukan talent management, proporsi dari kepemimpinan perempuan juga dilihat dilihat secara holistik mulai dari development, rekrutmen, dan promosi karyawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, di XL saat ini punya enam direktur di mana dua dari enamnya adalah perempuan. Kami percaya bahwa perempuan bisa maju apabila mereka mempunyai kesempatan yang sama," kata Chairwoman G20 Empower Indonesia, Yessie Dianty Yosetya, di Yogyakarta, Selasa malam, 17 Mei 2022.

img_title Tak Merasa Istimewa Jadi Gubernur BI Perempuan Pertama, Destry Beri Contoh Sosok Kartini

G20 Empower, dalam kesempatan tersebut, mendorong lebih banyak perempuan yang duduk di jabatan tinggi atau menjadi pimpinan di sebuah perusahaan, khususnya sektor swasta.

Yessie mengatakan, salah satu upaya yang mereka lakukan adalah dengan memperlebar advocate atau jejaring advokasi, yang beranggotakan para pemimpin bisnis C-Level dan perwakilan pemerintah.

img_title Pengakuan Tegar Sopir Jasa Angkut Curiga Bawa Kardus Berisi Mayat Perempuan di Bandung

"Harapannya adalah mereka bisa langsung memastikan terjadinya perubahan dari sisi kebijakan maupun tata kelola perusahaan, dan seterusnya," ungkap perempuan cantik yang juga menjabat sebagai Director and Chief Strategic Transformation & IT Officer XL Axiata ini.

Dengan menjadi pemimpin tertinggi di perusahaan, ia berharap para perempuan akan memiliki kebijakan yang memperhatikan kemajuan kaumnya.

"Kalau pemimpin tertinggi sudah bilang bahwa kebijakan perusahaan harus memastikan bahwa rekrutmen harus ada kandidat perempuan misalnya, kedua pada saat promosi harus ada perempuan, ketiga saat training atau development harus selalu melibatkan perempuan," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Co-Chairwoman G20 Empower Rinawati Prihatiningsih menambahkan, dalam dua krisis ekonomi global selama 25 tahun terakhir, 1997 dan 2008, perempuan dan sektor usaha kecil menengah (UKM) berhasil melewati keduanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bahkan menjadi motor penggerak ekonomi," kata COO PT Infinite Berkah Energi & WKU XII Bidang Penelitian, Pengembangan dan Ketenagakerjaan IWAPI itu. Namun hal berbeda, menurutnya terlihat dalam pandemi COVID-19.

Dalam pemaparannya, Rinawati mengungkapkan, pangsa UKM perempuan dibandingkan dengan UKM secara keseluruhan, terlihat secara signifikan di seluruh negara G20. Angkanya adalah 4 sampai 39 persen di G20 negara maju, dan 6 sampai 55 persen di G20 negara berkembang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut