Telegram Berbayar Masih Tanda Tanya

Telegram.
Sumber :
  • Cashcash Pro

VIVA – Telegram semakin dekat dengan perilisan paket premiumnya setelah sebelumnya versi beta telah disebar lewat iOS.

img_title Berburu Hadiah Gratis di Mobile Legends, Ini Kode Redeem ML 4 September 2026 yang Bisa Dicoba Hari Ini

Hal itu pertama kali diungkap oleh pengembang aplikasi Alessandro Paluzzi yang menemukan perubahan pada aplikasi Telegram saat "mengotak-atik" versi terbarunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir GSM Arena, Senin, 30 Mei 2022, saat ini saat seseorang mengunduh Telegram deskripsi dalam layar pembuka adalah "Tidak ada Iklan, Tidak ada Biaya Berlangganan".

img_title Fitur Gratis Mulai Jadi Daya Tarik Game AAA, dari Mode Baru hingga Opsi yang Membuat Permainan Lebih Fleksibel

Namun, dalam temuan terbaru Alessandro, ia menemukan bahwa deskripsi itu diganti menjadi "Telegram menyediakan penyimpanan cloud gratis tanpa batas untuk obrolan dan media".

Deskripsi itu mengindikasikan bahwa akan ada penambahan sistem seperti rencana berlangganan atau versi premium yang mungkin diperkenalkan dalam waktu dekat.

img_title Batas Fuel Surcharge Angkutan Udara Naik Jadi 40 Persen, Kemenhub Ungkap Pertimbangannya

Sebelumnya, pada awal Mei 2022, layanan Telegram Premium nampaknya baru diujicobakan ke beberapa pengguna terpilih.

Ada set stiker yang berbeda dari versi gratis, akses ke aset kripto, akses chatbot khusus, hingga fitur siaran langsung yang nampaknya dijanjikan untuk pengguna layanan premium.

Telegram kala itu belum mau berkomentar mengenai layanan berbayarnya itu karena sebelumnya mereka menjanjikan layanan gratis bagi semua orang.

Biaya berlangganan pun masih belum diketahui secara pasti. Belum diketahui juga apakah Telegram Premium akan dirilis global atau hanya secara eksklusif di beberapa kawasan saja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itulah mengapa Telegram akhir-akhir ini tidak hanya dikenal sebagai layanan aplikasi pesan instan tapi juga penyedia aplikasi super. Artinya, pengguna bisa menggunakan banyak layanan hanya dari satu aplikasi.

Tercatat saat ini Telegram telah memiliki 500 juta pengguna di layanannya dan pasti akan ada pengguna yang akan membayar untuk mendapatkan fitur-fitur yang ditawarkan Telegram di masa depan.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan

Tak Hanya Jadi Pasar Teknologi Global, Luhut Dorong RI Kembangkan AI dengan Kapasitas Nasional

Ketua DEN, Luhut mengatakan, Indonesia harus membangun kapasitas sendiri agar nantinya tidak hanya menjadi pengguna teknologi, termasuk dalam hal pemanfaatan AI tersebut

img_title
VIVA.co.id
6 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut