Data Internal Kementerian Pertanian Bocor di Dark Web

Hacker.
Sumber :
  • Auth0

VIVA – Data internal milik Kementerian Pertanian atau Kementan dilaporkan bocor. Peretas atau hacker yang mengatasnamakan dirinya sebagai grup ransomware Vice Society telah mengunggah dokumen tersebut ke Dark Web.

img_title Kementan Minta Tambah Anggaran Rp5 Triliun untuk Kesejahteraan Petani hingga Daya Saing Ekspor

"Vice Society gang leaked internal data from the MINISTRY OF AGRICULTURE REPUBLIC INDONESIA to the Dark Web," tweet akun @darktracer_int yang dikutip VIVA Tekno pada Selasa, 28 Juni 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Amran Copot 27 Pejabat Kementan Sepanjang Agustus, karena Penyimpangan Anggaran hingga Terlibat Judol

Dalam gambar yang diunggah bersama dengan tweet tersebut, peretas menyertakan situs resmi dari Kementan http://www.pertanian.go.id beserta definisi dari Indonesia.

"Kekayaan sumber daya alam Indonesia dipengaruhi oleh iklim tropis dan letak geografisnya yang berada di antara dua benua, Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia," bunyi teks dalam gambar tersebut.

img_title Amran Copot 13 Pejabat Kementan Akibat Main Judol, Ada yang Deposit Rp 200 Juta

"Oleh karena itu, Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan berbagai hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan," lanjutnya.

Sayangnya, akun tersebut tidak menjelaskan lebih detail mengenai data apa saja yang bocor dan berapa banyak yang terpengaruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelompok ransomware biasanya menggunakan sistem pemerasan ganda dalam mengancam korbannya. Praktik standar publikasi data dapat menjadi cara ampuh untuk memeras korban.

Pusat PVTPP Kementan

Kementan Pacu Inovasi Pemulia Tanaman Agar Lebih Cepat Hasilkan Benih Berkualitas

Indra menambahkan, efisiensi dan kepastian hukum di proses pelepasan varietas jadi penting, agar inovasi para pemulia tanaman bisa lebih cepat hasilkan benih berkualitas.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut