Roket Tabrak Bulan Hasilkan Kawah Ganda

Bumi dan Bulan.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Badan Penerbangan dan Antariksa atau NASA mengungkapkan gambar kawah besar yang ditinggalkan oleh 'roket misterius' yang menabrak Bulan pada Maret 2022.

img_title NASA Bagikan Potret Karhutla Kalimantan, Ungkap Mengapa Api Sulit Dipadamkan

Foto-foto yang baru dirilis ini diambil oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), pesawat ruang angkasa robotik NASA yang saat ini mengorbit Bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka menunjukkan adanya 'kawah ganda' dengan lebar sekitar 92 kaki (28 meter) di dekat kawah Hertzsprung di sisi jauh Bulan.

img_title Celah Keamanan NASA Ditemukan Pakar Siber Indonesia

Sebelumnya, peneliti Amerika Serikat (AS) menemukan badan roket meluncur ke satelit alami Bumi pada Januari, sebelum menabrak Bulan pada 4 Maret. Namun, hingga saat ini identitas penabrak masih belum diketahui.

Benda itu kemungkinan adalah pendorong roket dari peluncuran yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Tetapi baik itu China maupun Amerika Serikat (AS), tidak mengklaim bertanggung jawab atas kendaraan tersebut.

img_title Donald Trump Ingin AS Mampu Luncurkan dan Daratkan Roket 1.000 Kali Setahun

Mark Robinson, seorang profesor eksplorasi Bumi dan ruang angkasa di Arizona State University mengatakan benda itu memiliki berat sekitar empat ton dan melaju dengan kecepatan 5.700 mil per jam sebelum tumbukan.

"Identitas badan roket masih belum jelas. Tumbukan menimbulkan kawah ganda yang tidak terduga dan mungkin menunjukkan bahwa badan roket memiliki massa yang besar di setiap ujungnya," ungkap dia.

Karena asal-usul badan roket masih belum pasti, sifat dari kawah itu dapat membantu peneliti untuk menunjukkan identitas penabrak, kata NASA seperti dikutip dari situs Daily Mail, Rabu, 29 Juni 2022.

NASA mengatakan tidak ada roket yang menyebabkan kawah ganda di Bulan dalam sejarah. Sementara itu kawah tumbukan buatan manusia memiliki diameter yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kawah tumbukan yang dibuat selama empat misi Apollo pada 1970-an secara substansial lebih besar (lebih dari 115 kaki) daripada kawah ganda yang masing-masing berukuran 59 dan 52 kaki.

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Erupsi Anak Krakatau Terekam NASA, Begini Penampakan dari Angkasa

Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA ikut menyoroti aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Baru-baru ini NASA juga merilis penampakan erupsi Anak Krakatau

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut