Menggenjot Masyarakat Cakap Digital

Ilustrasi literasi digital.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia pada 2021, menempatkan Indonesia menduduki kategori 'Sedang' dalam hal kapasitas literasi digital dengan nilai angka sebesar 3.49 dari 5.00.

img_title Jangan Sampai Jadi Korban Penipuan! Ini Web dan Media Sosial Resmi Pantau Informasi Bansos Digital

Oleh karena itu, literasi digital jadi salah satu faktor kunci yang perlu dikuasai masyarakat agar bisa memanfaatkan kesempatan atau peluang baru di tengah pergeseran teknologi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ruang digital sudah menjadi bagian dari realitas kehidupan manusia. Situasi pandemi COVID-19 memang telah mendorong masyarakat untuk terus mempercepat adopsi teknologi digital yang mengakibatkan adanya peningkatan kegiatan masyarakat yang cukup besar di ranah online.

img_title Buka Akses Teknologi, Puluhan Ribu Mahasiswa Lintas Jurusan Dibekali Ilmu Kuasai AI

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 210 juta orang. Angka ini setara dengan 77 persen dari total penduduk Indonesia, terjadi peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, pengaksesan internet tidak dapat begitu saja mendorong berkembangnya transformasi digital Indonesia. Lalu, merujuk pada laporan World Bank Tahun 2018 yang menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan 90 juta talenta digital baru hingga 2030.

img_title Pemerintah Pacu Hilirisasi Berbasis Teknologi Demi Perluas Peluang Investasi

Angka ini setara dengan 600 ribu talenta per tahunnya untuk dapat mendukung proses transformasi digital nasional. Mengingat kebutuhan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo telah melakukan upaya peningkatan literasi digital melalui program literasi tingkat dasar.

"Ada empat pilar utama antara lain budaya digital, keamanan digital, etika digital, dan kecakapan digital. Ini semua perlu diterapkan agar masyarakat Indonesia makin cakap digital," menurut keterangan resmi Kominfo, Jumat, 8 Juli 2022.

Selain itu, Kominfo bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menekankan budaya bermedia sosial, yang merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adanya tantangan budaya digital saat ini bisa mengabur wawasan kebangsaan masyarakat. Hal ini tentunya akan menipiskan adat budaya kesopanan dan kesatuan masyarakat.

Hal tersebut akan menjadi hal yang serius di dunia nyata maupun digital saat ini dan ke depannya. "Nah, supaya hal itu tidak terjadi, dengan adanya kebebasan bereskpresi masyarakat di dunia digital saat ini, tentu perlu memanfaatkan media sosial sebaik mungkin," jelas Kominfo.

Ilustrasi keamanan siber.

Aset Digital Semakin Bernilai, Ini Cara Memperkuat Keamanan Akun agar Tidak Mudah Dibobol

Kenali cara memperkuat keamanan akun aset digital melalui kata sandi unik, autentikasi multifaktor, pemeriksaan tautan, dan perlindungan private key. Berikut jelasnya.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut