Ada Kabar Baik dari Fenomena Hujan Meteor Besok

Hujan Meteor Geminid jadi salah satu fenomena langit sepanjang Desember 2020.
Sumber :
  • www.space.com/Ethan Miller/Getty

VIVA Tekno – Hujan meteor akan terjadi mulai besok hingga 31 Juli 2022, bertepatan sebelum Tahun Baru Islam. Kabar baiknya dua huan meteor akan terjadi di langit selatan sehingga bisa diamati di Indonesia.

img_title RI Disebut Sudah Punya Modal Bangun PLTN, Kalbar dan Babel Masuk Radar

Hujan meteor Delta Aquariids dapat diamati pada 29–30 Juli mulai pukul 23.00 WIB di ufuk timur dan puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB di langit selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akan ada belasan meteor per jam pada saat itu. Sementara itu hujan meteor Alpha-Capricornids bisa dilihat pada 30–31 Juli 2022 mulai pukul 20.00 WIB di ufuk timur. Diperkirakan ada sekitar 5 meteor per jam yang tampak melintas di langit.

img_title BRIN Lagi Kembangkan Inovasi Pengganti LPG 3 Kg, Diklaim Lebih Hemat 2 Kali Lipat

"Hujan meteor ini berasal dari gugusan debu komet 169P/NEAT yang berpapasan dengan Bumi," ujar Peneliti Utama bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin di situs BRIN, Jumat, 29 Juli 2022.

Debu-debu komet yang berukuran kecil akan memasuki atmosfer Bumi lalu terbakar yang terlihat seperti bintang jatuh. Walau jumlahnya sedikit, kadang-kadang hujan ini menampakkan meteor terang dari sisa-sisa komet yang berukuran lebih besar.

img_title BRIN Beberkan Kondisi Gelombang hingga Arus Laut saat Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa

Thomas berharap kondisi kemarau yang saat ini terjadi di Indonesia akan membuat hujan meteor bisa dilihat oleh para pengamat langit, juga tanpa gangguan cahaya Bulan.

"Pilih lokasi pengamatan yang minim gangguan cahaya lampu dan medan pandang ke langit selatan tidak terganggu pohon atau bangunan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamatan bisa dilakukan dengan mata telanjang tanpa alat bantu. “Berbahayakah hujan meteor ini? Sama sekali tidak berbahaya. Debu-debu sisa komet habis terbakar pada ketinggian di atas 80 km,” kata Thomas Djamaluddin.

Satgas PRR Dampingi BRIN Verifikasi Calon Lokasi Pembangunan Arsinum di Aceh Utara.

Satgas PRR Dampingi BRIN Verifikasi Calon Lokasi Pembangunan Instalasi Arsinum di Aceh Utara

Satgas PRR mendampingi BRIN meninjau lokasi proyek instalasi arsinum untuk Aceh Utara, tipe stasioner dengan kapasitas pengolahan air hingga 10.000 liter per hari.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut