Misi Bulan sebagai Batu Loncatan Menuju Mars

Astronot AS David Scott saat mendarat di Bulan.
Sumber :
  • Ist/RR Auction

VIVA Tekno – Era berikutnya dari eksplorasi ruang angkasa berawak akan segera tiba, di mana program Artemis dari Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) bersiap untuk mengirim manusia kembali ke Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.

img_title NASA Ingin Mendaratkan Manusia ke Bulan Tahun 2028

Tonggak sejarah ini pada akhirnya akan mengarahkan manusia pertama untuk menginjakkan kaki di permukaan Mars, jika semuanya berjalan sesuai rencana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 29 Agustus mendatang Space Launch System (SLS) -roket paling kuat yang pernah dibuat oleh manusia- dijadwalkan untuk diluncurkan dari Launch Pad 39B di Kennedy Space Center NASA di Florida, Amerika Serikat untuk memulai misi Artemis 1.

img_title Donald Trump Ingin AS Mampu Luncurkan dan Daratkan Roket 1.000 Kali Setahun

Muatan utama SLS ialah pesawat ruang angkasa Orion. Ini akan menjadi ujian penting untuk misi Artemis di masa depan yang akan melihat Orion membawa seorang wanita dan orang kulit berwarna ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya.

9 kandidat wanita pertama yang menginjakkan kaki di Bulan.

Photo :
  • Daily Mail

img_title Yayasan Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Hidupkan Muharram dengan Kepedulian Bagi Anak Yatim

NASA sendiri melihat Bulan sebagai 'tempat pembuktian' untuk eksplorasi manusia di Mars , seperti yang dikatakan kepala agensi saat itu, Jim Bridenstine pada 2018.

Awal tahun ini, agensi asal Amerika Serikat itu merilis tujuan Bulan ke Mars yang mengidentifikasi 50 poin utama, termasuk dalam kategori luas eksplorasi, transportasi dan tempat tinggal, infrastruktur Bulan dan Mars, operasi dan sains.

"Tujuan ini akan menggerakkan kita menuju misi analog Mars pertama kita dengan kru di luar angkasa dan mempersiapkan kita untuk misi manusia pertama ke permukaan Planet Merah," kata Administrator Asosiasi Direktorat Misi Pengembangan Sistem Eksplorasi NASA, Jim Free.

Keuntungan menggunakan satelit alami Bumi sebagai batu loncatan ke Mars adalah kedekatannya dengan Bumi. Sebuah misi berawak bisa sampai ke Bulan atau sebaliknya hanya dalam tiga hari.

Pengujian pendorong roket terkuat NASA, SLS di Utah, Amerika Serikat

Photo :
  • NASA

Sedangkan misi langsung dari Bumi ke Mars atau sebaliknya akan memakan waktu setidaknya tujuh bulan, dengan misi pulang pergi diperkirakan berlangsung sekitar 500 hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan mempertimbangkan konsep keberlanjutan, misi Artemis 1 juga akan membawa 10 cubesat kecil ke luar angkasa. Beberapa satelit kecil ini memiliki misi eksplisit untuk memetakan distribusi air di Bulan.

Ini termasuk mencari cadangan hidrogen yang terkunci dalam es di kawah gelap dan dingin di wilayah kutub Bulan, menurut situs Space, Kamis, 25 Agustus 2022.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut