Begini Caranya Melacak Lokasi Hacker Bjorka

Hacker.
Sumber :
  • The Hacker News

VIVA Tekno – Seorang pemuda berinisial MAH (21) yang diduga sebagai hacker Bjorka ditangkap. Pemuda itu ditangkap di daerah Dangangan, Madiun, Jawa Timur.

img_title Masih Ingat Hacker Bjorka? Jejak Digitalnya Kembali Disorot

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengaku belum dapat memastikan apakah pemuda Madiun itu benar merupakan hacker Bjorka atau tidak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Di saat yang sama, hacker Bjorka menampik klaim pemerintah yang berhasil mengungkap identitasnya.

img_title Setelah Dinyatakan Tertangkap, Bjorka Muncul Lagi Sebar Data Internal Polri! Polda Metro Buka Suara

Lantas, bagaimana caranya untuk melacak lokasi seorang hacker? Menurut akun Twitter @b00km4rkz, pertama yang harus dilakukan adalah identifikasi domain, terdaftar di mana dan apa saja layanan yang digunakan.

Hacker Bjorka.

Photo :

img_title Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan: Cuma WFT yang Pakai Nama Bjorka di Twitter Sejak 2020

Misalnya, domain http://bjork.ai di mana itu terdaftar di porkbun dengan layanan Cloudflare sebagai Name Server. Sedangkan email yang digunakan adalah god@bjork.ai di mana layanan surat elektronik itu terdaftar sebagai milik ProtonMail.

"Dari situ kan sudah banyak informasi, Porkbun, Cloudflare dan Protonmail. Jadi pihak-pihak berwenang bisa nyari lewat service-service itu. Setingkat negara request ke mereka pasti bisa lah," ujarnya kepada VIVA Tekno, Kamis, 15 September 2022.

Bisa juga lewat alamat dompet BTC (Bitcoin) dengan mengikuti semua transaksinya hingga menemukan di mana Bjorka mencairkan uang kriptonya itu.

"Lebih baik memang follow the money. Jadi misal alamat BTC kemarin transaksinya ditelusuri sampai ujungnya, kalau dia mau mencairkan itu kripto lewat mana. Soalnya transaksi di blockchain itu transparan jadi bisa kelihatan," imbuhnya.

Hacker.

Photo :
  • New York Post

Lebih lanjut dia menjelaskan berdasarkan teknik OSINT (Open-Source Intelligence), proses investigasi membutuhkan waktu yang panjang karena harus mencari bukti-bukti atau jejak digital yang benar-benar mengarah ke target.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari mana nyarinya? Ya dari hasil identifkasi awal tadi. Bisa juga nyari jejak-jejak digital dia yang sebelumnya. Pokoknya cari informasi sebanyak-banyaknya tentang target kita, baru digabungin untuk ngecek korelasinya apa saja dari informasi-informasi tersebut," kata akun @b00km4rkz.

Pada umumnya, motif peretas yang melakukan jual-beli data di web gelap adalah karena uang. Namun untuk kasus Bjorka sangat berbeda di mana dia semakin menjadi-jadi dengan melakukan doxing terhadap sejumlah pejabat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut