Pakar Ungkap Kutub Bulan Bergeser karena Asteroid

Bulan, satelit alami Bumi.
Sumber :
  • BMKG

VIVA Tekno – Dampak Asteroid yang terjadi selama miliaran tahun membuat Kutub Bulan telah bergeser.

img_title Prabowo: Kalau Kita Tak Belajar Sejarah, Kita Akan Ulangi Kesalahan Pemimpin Terdahulu

Hal ini ditunjukkan oleh penelitian terbaru oleh para peneliti, yang berbasis di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Maryland, AS menemukan bahwa saat bulan diterpa serangan asteroid, kutub utara dan selatannya bergerak sekitar 10 derajat di garis lintang atau setara dengan sekitar 186 mil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, para astronom sebetulnya telah lama menggunakan kawah bulan untuk memetakan sejarah bulan dan seluruh tata surya, karena distribusi kehancuran yang ditinggalkan oleh dampak asteroid melukiskan gambaran kondisi kekerasan yang ditemukan di tata surya muda.

img_title NASA Ingin Mendaratkan Manusia ke Bulan Tahun 2028

Kutub geografis bulan terletak di tempat sumbu rotasinya, suatu garis imajiner yang mengelilinginya yang seakan-akan memotong permukaan bulan, mengutip dari situs Space, Kamis, 22 September 2022.

Penemuan ini diharapkan dapat menjelaskan bagaimana satelit alami Bumi telah berevolusi dan dapat membantu para peneliti menemukan air dan sumber daya lain yang dapat digunakan untuk misi luar angkasa berawak di masa depan.

img_title Virus Misterius Tewaskan Peneliti di Rusia, Akankah Bisa Jadi Wabah Baru?

Para ilmuwan telah menemukan air beku di daerah dingin dan gelap di kutub bulan, tetapi berapa banyak air yang ada masih menjadi misteri.

Dengan memahami bagaimana dan di mana kutub telah bergeser, para peneliti dapat mempelajari seberapa banyak air beku telah berubah dari es padat langsung menjadi gas?proses yang disebut sublimasi. Pergeseran ekstrim di lokasi kutub bulan, terutama menuju daerah bulan yang lebih hangat dan tidak terlalu gelap akan mengakibatkan air dengan cepat tersublimasi dan hilang ke luar angkasa, juga memberi air baru lebih sedikit waktu untuk menumpuk di kutub.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berdasarkan sejarah kawah Bulan, pengembaraan kutub tampaknya cukup moderat untuk air di dekat kutub untuk tetap berada dalam bayang-bayang dan menikmati kondisi stabil selama miliaran tahun," ucap Vishnu Viswanathan, seorang ilmuwan peneliti di NASA Goddard yang memimpin penelitian dalam sebuah pernyataan.

Adapun, pergeseran kutub disebabkan oleh fenomena yang disebut "true polar wander", yang terjadi ketika sebuah benda berputar dihadapkan dengan rintangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut