Karyawan Twitter Lagi Harap-harap Cemas

Elok Musk akuisisi Twitter.
Sumber :
  • Tech Crunch

VIVA Tekno – Elon Musk berencana untuk memangkas sekitar 3.700 pekerjaan di Twitter Inc atau setengah dari tenaga kerja perusahaan dalam upaya untuk memangkas biaya, menurut laporan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

img_title Mendikdasmen Beri Kabar Baik! Guru Non ASN Tak Akan di-PHK Meski Tidak Lulus Tes CPNS

Pemilik baru Twitter itu akan memberi tahu staf yang terkena dampak pada hari Jumat, sebagaimana dikutip dari situs The Star, Kamis, 3 November 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan yang sama juga menyebut bahwa orang terkaya di dunia itu bermaksud untuk membalikkan kebijakan kerja perusahaan media sosial yang ada dan mengharuskan karyawan untuk bekerja dari kantor meskipun beberapa pengecualian dapat dibuat.

img_title 1.100 Buruh Sepatu di Lebak Kena PHK, Berharap Bisa Bekerja Lagi

Musk, dalam sebuah tweet telah membantah laporan New York Times yang mengatakan dia berencana untuk memberhentikan karyawan Twitter sebelum 1 November untuk menghindari hibah saham yang jatuh tempo pada hari itu.

Elon Musk.

Photo :
  • Salon.com

img_title 63.789 Pekerja Kena PHK, DPR Desak Pemerintah Kawal Hak Mereka Dipenuhi Perusahaan

Sebelumnya Twitter melakulan klarifikasi setelah muncul dokumen yang menunjukkan bahwa Musk ingin memberhentikan sebagian besar staf perusahaan. 

Laporan mengungkapkan bahwa miliarder itu berencana untuk memotong hampir 75 persen dari basis karyawan Twitter yang berjumlah 7.500 pekerja. Pemotongan yang direncanakan Musk ini jauh lebih ekstrem dari laporan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi laporan tersebut, pengacara utama Twitter mengirim email ke semua staf yang mengatakan tidak ada rencana untuk pemecatan massal. Seperti banyak perusahaan teknologi lainnya, mereka memang mencoba menekan biaya dengan mengurangi jumlah karyawan.

Bendera Singapura

PHK di Singapura Tembus 4.800 Orang, Tertinggi Sejak Akhir 2020

Jumlah PHK di Singapura mencapai 4.800 orang pada kuartal III 2026, tertinggi sejak akhir 2020. Perusahaan juga mulai mengantisipasi gelombang PHK berikutnya.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut