Masih Saja Ada Orang yang Percaya Sihir

ilustrasi terkena sihir.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Tekno – Empat dari sepuluh orang di dunia masih percaya pada sihir, menurut sebuah survei. Sihir atau konsep bahwa orang dapat menggunakan kemampuan supranatural untuk menimbulkan kerugian adalah kepercayaan yang sangat bervariasi antar negara.

img_title Isu Palestina Masuk Agenda Besar, Anak Muda Masjid Siapkan Acara Internasional Libatkan 38 Negara

Hanya 9 persen orang di Swedia percaya pada ilmu sihir, sementara lebih dari 90 persen orang di Tunisia percaya beberapa orang memiliki kekuatan jahat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepercayaan pada ilmu sihir mungkin setua umur manusia itu sendiri. Seni gua tertua di Inggris misalnya, mungkin adalah 'tanda penyihir' yang diukir untuk mengusir roh jahat. Sedangkan contoh tertulis tertua dari nama Tuhan dalam bahasa Ibrani yang ditemukan pada 'tablet kutukan' berusia 3.200 tahun, dimaksudkan untuk mengutuk seseorang yang melanggar sumpah.

img_title Ibas Dorong Generasi Muda Ponorogo Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

Gagasan bahwa manusia dapat melontarkan kutukan hadir di agama besar dunia, termasuk Kristen, Yudaisme, Islam, dan Hindu, menurut survei Pew Research Center tahun 2021.

Dalam studi baru, para peneliti menggunakan kumpulan data besar yang dikumpulkan selama enam gelombang antara tahun 2008 hingga 2017 oleh Pew Research Center.

img_title Hashim Dorong Rekening Bank Gratis bagi Warga, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Daerah

Secara keseluruhan, 140.000 orang di 95 negara dan lima benua ditanyai serangkaian pertanyaan terkait kepercayaan mereka pada sihir, seperti apakah percaya pada mata jahat dan orang-orang tertentu dapat melontarkan kutukan atau mantra yang menyebabkan hal buruk terjadi untuk seseorang.

Berdasarkan sampel Pew, para peneliti memperkirakan setidaknya 1 miliar orang di seluruh dunia percaya pada ilmu sihir. Wanita, penduduk kota, dan orang yang lebih muda cenderung percaya pada kekuatan gaib semacam itu.

Ilustrasi sihir.

Photo :
  • U-Report

Namun mereka yang memiliki lebih banyak pendidikan, lebih banyak finansial dan tinggal di rumah yang lebih kecil biasanya disertai dengan berkurangnya kepercayaan pada ilmu sihir. Kepercayaan semacam itu tetap ditemukan pada orang-orang di seluruh spektrum pendidikan dan sosial ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misalnya, orang dengan situasi ekonomi 'sangat baik' hanya 6 persen sampai 7 persen lebih kecil kemungkinannya untuk percaya pada sihir daripada orang dengan situasi ekonomi 'sangat buruk' menurut penelitian yang diterbitkan 23 November di jurnal One PLOS.

Jadi tidak mengherankan mereka yang religius cenderung lebih percaya bahwa beberapa manusia memiliki kekuatan magis, menurut situs Live Science, Jumat, 25 November 2022.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut