Masyarakat Diminta Jangan Menatap Langit

Lubang hitam atau black hole.
Sumber :
  • Russia Today

VIVA Tekno – Fisikawan berpendapat bahwa lubang hitam dapat menyimpan materi yang disedotnya ke tempat lain melalui lubang cacing, yang bahkan memungkinkan melakukan perjalanan waktu. Namun, lubang cacing belum pernah diamati sebelumnya.

img_title Deretan Game Sepak Bola Paling Realistis Saat Ini, Bikin Pemain Serasa Jadi Bintang Dunia

Dalam sebuah penelitian yang baru diterbitkan di Jurnal Nature Astronomy, sekelompok astronom mengungkapkan bahwa kilatan sangat terang misterius yang diamati awal tahun ini di beberapa teleskop di seluruh planet, yang kemungkinan besar berasal dari ujung lubang hitam ultra-masif yang disebut blazar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cahaya sangat terang yang tiba-tiba pertama kali diamati dalam data dari Observatorium Palomar di California, AS muncul di bagian langit di mana cahaya seperti itu belum pernah diamati sebelumnya.

img_title Ramalan 12 Zodiak Sabtu, 13 Juni 2026: Cek Peluang Karier, Cinta dan Keuanganmu di Sini!

Menurut perkiraan kekuatan cahaya itu lebih dari seribu triliun kali kecerahan Matahari, yang sangat tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang.

Sebagai tanggapan, para ilmuwan dari seluruh dunia melatih peralatan mereka terhadap sumber cahaya baru yang misterius dan kuat sebagai upaya untuk menyimpulkan sifat-sifatnya.

img_title Nama-nama Pemain yang Belum Banyak Disorot, Tapi Bisa Jadi Kejutan Besar di Piala Dunia 2026

Menurut mereka itu adalah lubang hitam supermasif yang memakan bintang.

Lubang hitam atau black hole yang diberi nama AT 2022cmc itu berjarak sekitar 8,5 miliar tahun cahaya, tetapi menjadi terlihat karena "peristiwa gangguan pasang surut" (TDE) atau ketika sebuah bintang terkoyak oleh gaya gravitasi pasang surut yang luar biasa di dalam dan sekitar sebuah lubang hitam.

Lubang hitam supermasif sering melabuhkan pusat galaksi dan yang paling kuat menembakkan pancaran materi terionisasi dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Posisi black hole SN 1979C di galaksi Bimasakti

Photo :
  • tgdaily.com

Para astronom menyebut mereka "blazar" dan ketika pancaran itu diarahkan ke Bumi, itu terlihat seperti salah satu objek paling terang di alam semesta.

"Kami tahu ada satu lubang hitam supermasif per galaksi, dan mereka terbentuk sangat cepat dalam satu juta tahun pertama alam semesta," kata penulis Matteo Lucchini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut memberi tahu peneliti bahwa mereka memberi makan dengan sangat cepat meskipun tidak tahu bagaimana proses pemberian makan itu bekerja, menurut situs Sputniknews, Jumat, 2 Desember 2022.

"Jadi sumber seperti TDE sebenarnya bisa menjadi penyelidikan yang sangat bagus tentang bagaimana proses itu terjadi," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut