Ilmuwan Kaget, Ada Bakteri Bisa Menghindari Antibiotik

Ilustrasi antibiotik.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Tekno – Para peneliti baru saja menangkap bakteri yang bisa menghindari pengobatan antibiotik dengan trik yang belum pernah dilihat sebelumnya.

img_title 2 Pabrik Obat Ilegal Dibongkar, Polisi Sita 7,8 Juta Butir dan Uang Rp9 Miliar

Bakat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik adalah ancaman kesehatan yang berkembang pesat. Kemampuan ini berasal dari zaman kuno dan memungkinkan infeksi bakteri yang resistan terhadap obat seperti MRSA dan gonore yang membunuh 1,3 juta orang secara global setiap tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Superbug ini bahkan menemukan jalan mereka ke hewan liar, seperti lumba-lumba dan beruang melansir dari situs Science Alert, Jumat, 9 Desember 2022.

img_title 3 Bakteri dalam Makanan yang Racunnya Tak Hilang Meski Dimasak, Kenali Risikonya

Mikroba licik dapat mencuri gen dari satu sama lain dengan cepat, meneruskan taktik kebal antibiotik. Strategi termasuk menonaktifkan antibiotik secara langsung, mencegah antibiotik menumpuk di sistem mereka, atau mengubah target antibiotik sehingga obat tidak lagi efektif.

Sebagian berkat penggunaan antibiotik yang berlebihan di mana superbug telah mengumpulkan berbagai taktik resisten, membuatnya sangat sulit untuk diobati.

img_title Pimpinan Ponpes di Sekotong Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Modusnya Beri Obat ke Santriwati

"Bentuk resistensi baru ini tidak terdeteksi dalam kondisi yang secara rutin digunakan di laboratorium patologi, sehingga sangat sulit bagi dokter untuk meresepkan antibiotik yang akan mengobati infeksi secara efektif, berpotensi menyebabkan hasil yang sangat buruk, bahkan kematian dini," jelas peneliti Timothy Barnett.

Ahli mikrobiologi Telethon Kids Institute, Kalindu Rodrigo dan rekannya menemukan mekanisme baru ini saat menyelidiki bagaimana Streptococcus Grup A merespons antibiotik.

Bakteri ini biasanya menyebabkan sakit tenggorokan dan infeksi kulit, juga dapat menyebabkan infeksi sistemik seperti demam berdarah dan sindrom syok toksik.

Ilustrasi antibiotik.

Photo :

"Bakteri perlu membuat folatnya sendiri untuk tumbuh dan pada gilirannya menyebabkan penyakit. Beberapa antibiotik bekerja dengan menghalangi produksi folat ini untuk menghentikan pertumbuhan bakteri dan mengobati infeksi," jelas Barnett.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika melihat antibiotik yang biasa diresepkan untuk mengobati infeksi kulit Strep Grup A peneliti menemukan mekanisme resistensi, di mana untuk pertama kalinya bakteri menunjukkan kemampuan untuk mengambil folat langsung dari inang manusia ketika diblokir untuk memproduksinya sendiri.

Jadi Streptococcus memperoleh folat yang sudah diproses dari luar selnya sendiri kemudiam molekul-molekul ini berlimpah di tubuh kita.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut