Mencari Obat Patah Hati
"Diperkirakan penderitanya sekitar 2 persen dari seluruh pasien yang datang ke rumah sakit dengan dugaan serangan jantung," katanya.
Namun, jumlahya lebih tinggi di kalangan perempuan lanjut usia, karena 'Takotsubo' ditemukan di sekitar 10 persen dari pasien yang ke rumah sakit karena serangan jantung.
'Takotsubo' kadang diduga sebagai serangan jantung, namun Dr Ong mengatakan perbedaannya adalah dengan melihat bilik jantung sebelah kiri.
Dr Ong mengatakan bilik jantung itu akan membesar seperti gurita, karena itu nama sindrom ini diambil dari bahasa Jepang 'Takotsubo'.
Uji coba obat
Kondisi patah hati bisa berakibat fatal namun sampai sekarang belum ada obat yang bisa menanganinya. Ia mengatakan jika uji coba berhasil, banyak orang yang mengalami sindrom akan terbantu.
Dr Ong dan rekan-rekannya berharap akan mengubah hal tersebut dengan melakukan uji coba menggunakan obat darah tinggi.
Ia mengatakan 70 orang warga Australia Selatan saat ini terlibat dalam uji coba selama 12 pekan dan dirinya ingin menambah 30 orang pasien lagi. "Saya kira ini akan penting karena penanganan kondisi sejauh ini hanya dengan menduga-duga saja," paparnya.