Dipecat Twitter Langsung Bikin Spill

Spill, media sosial yang dibangun mantan karyawan Twitter.
Sumber :
  • Spill

VIVA Tekno – Mantan karyawan Twitter Alphonzo 'Phonz' Terrell dan DeVaris Brown membangun platform media sosial yang mereka namakan sebagai 'Spill'.

img_title Bareskrim Bongkar Situs Judi Online Berkedok Spam Komentar di Medsos, 6 Orang Jadi Tersangka

Terrel adalah Kepala Sosial dan Editorial Global Twitter hingga bulan lalu, yang ikut tersapu oleh gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK massal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara Brown pernah menjabat sebagai Pimpinan Manajer Produk di Twitter yang mengerjakan machine learning (ML), meninggalkan Twitter pada 2020 untuk mendirikan Meroxa, startup Seri A yang memudahkan perusahaan membangun saluran data.

img_title 620 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Media Sosial Sepanjang 2026

Dikutip dari laman Tech Crunch, Senin, 19 Desember 2022, Spill digambarkan sebagai platform percakapan waktu nyata yang mengutamakan budaya. Mereka berharap platform tersebut akan diluncurkan dalam waktu enam hingga delapan minggu.

Sebagai pekerja kreatif dan teknolog kulit hitam yang bekerja di media sosial, Terrell dan Brown menyaksikan perempuan kulit hitam, orang-orang queer, dan komunitas beragam lainnya telah mendorong tren baru di platform seperti Twitter dan TikTok, namun diabaikan.

img_title 7 HP Terbaik untuk Reseller yang Dipakai 3–5 Tahun, Harganya Murah dan Memiliki Penyimpanan Besar

Dengan cara yang sama seperti para pendiri kulit hitam diberhentikan secara tidak adil  dalam  modal ventura, konten kreator kulit hitam telah  dicuri karyanya dan mendapatkan lebih sedikit kesepakatan merek daripada pembuat konten kulit putih, menurut penelitian.

Logo Twitter.

Photo :
  • Balkaninsight.com

"Saya pikir ini benar-benar masalah platform, apakah kamu menghasilkan uang? Apakah ada platform yang mendukung Anda? Apakah ide Spill menarik minat Anda?" kata Terrell.

Jadi penting bagi para pendiri untuk membangun fitur monetisasi kreator sejak awal. Spill akan menggunakan teknologi blockchain untuk memetakan bagaimana postingan menjadi viral dan memberi kompensasi kepada pencipta dibaliknya.

Meski begitu Terrell menolak menyebut Spill sebagai perusahaan web3. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa penggunaan blockchain akan mengkredit pencipta dan menyiapkan model bagi perusahaan untuk memberi kompensasi secara otomatis.

Jika mereka memiliki 'spill' yang menjadi viral, platform akan memonetisasinya. Perusahaan belum memutuskan seperti apa pembagian pendapatannya atau metode apa yang akan digunakan untuk melacak bagaimana postingan mendorong pendapatan iklan, tetapi Terrell mengatakan bahwa pembuat konten benar-benar akan mendapatkan uang nyata dalam dolar AS, bukan mata uang kripto.

Seperti Twitter, Spill akan memiliki umpan berita langsung di mana pengguna dapat memposting spill. Spill atau tumpah berasal dari frasae 'spill the tea'. Mereka bersandar pada motif cangkir teh di mana situs web mereka menampilkan meme teh menyesap Kermit (dipopulerkan di Black Twitter).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Spill juga membangun fitur yang disebut 'tea parties' di mana pengguna dapat menyelenggarakan acara online dan IRL, lalu mendapatkan bonus dalam aplikasi untuk meningkatkan postingan mereka.

Ilustrasi aplikasi.

Bukan Cuma Media Sosial, 14 Aplikasi Ini Punya Risiko Tinggi untuk Anak

Bukan hanya media sosial, 14 aplikasi seperti game, platform video, komunikasi, dan belanja masuk kategori risiko tinggi bagi anak. Simak daftar dan alasannya.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut