Mengapa Momen Jelang Kematian Berlangsung Damai?
- U-Report
VIVA Tekno – Orang-orang yang pernah mengalami pengalaman mendekati kematian (NDE) biasanya melaporkan perasaan damai, nyaman, dan tenang selama menjalani hal tersebut.
Ada kemungkinan itu adalah cara otak untuk menerima kematiannya atau mungkin sesuatu yang lebih kompleks sedang terjadi.
Para ilmuwan memiliki beberapa teori untuk menjelaskan beberapa sensasi mengejutkan yang terkait dengan NDE, seperti perubahan fisiologis di otak saat sel-sel otak mati.
Tetapi banyak hal tentang NDE tetap menjadi misteri, sebagian karena secara praktis tidak mungkin untuk dipelajari secara real-time, kata Bruce Greyson, seorang profesor ilmu psikiatri dan neurobehavioral di University of Virginia.
Para peneliti harus mengandalkan anekdot, daya ingat, dan dalam beberapa kasus, melakukan penelitian pada hewan untuk memahami bagaimana otak berubah dari NDE dan apa artinya bagi pengobatan di masa depan.
ilustrasi kematian
- U-Report
Dalam hal mendeskripsikan NDE, ada dua sisi yang bertabrakan, yakni apa yang terjadi secara fisik pada mereka versus apa yang dirasakan pada tingkat psikologis.
Secara fisik, NDE biasanya dikaitkan dengan peristiwa yang sangat menyakitkan, termasuk cedera kepala, serangan jantung, atau henti napas. Namun secara psikologis, otak cenderung menutup sensasi rasa sakit atau ingatannya.
Misalnya, Julia Nicholson mengatakan bahwa dia melihat wajah orang yang dicintainya dengan jelas berkedip di depan matanya, satu per satu, selama kecelakaan mobil yang hampir fatal pada tahun 1980.
"Saya tidak ingat merasakan sakit sampai saya tiba di rumah sakit," katanya, mengutip dari situs Science Alert, Jumat, 20 Januari 2023.
Melihat orang yang dicintai baik saat mereka sudah meninggal atau masih hidup adalah hal biasa di antara NDE, seperti melihat cahaya terang di ujung terowongan.
Orang lain telah melaporkan lebih banyak sensasi jasmani seperti meninggalkan tubuh mereka, melayang di atasnya, merasa secara fisik ditarik ke dalam terowongan dengan cahaya di ujungnya, atau mengalami pertemuan spiritual dengan makhluk tinggi, alien, atau kehilangan orang yang dicintai.
Selama pengalaman dunia lain ini, orang jarang melaporkan merasa takut atau sakit malah perasaan tenang dan cinta yang luar biasa.