China Sudah Ada di Halaman Belakang AS

Perang Teknologi China dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Asia Times

VIVA Tekno – Lithium adalah mineral penting untuk sumber daya energi terbarukan. Mineral tersebut adalah bahan utama untuk memproduksi baterai lithium-ion yang menggerakkan segala hal. Mulai dari smartphone atau ponsel pintar hingga mobil listrik.

img_title 4 Orang Terluka dalam Bentrokan di Morowali, 75 Pekerja Asal China Diperiksa Polisi! Apa Pemicunya?

Lebih penting lagi ini dianggap sebagai "pilar ekonomi bebas bahan bakar fosil" oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dipandang sebagai cara utama untuk menyimpan energi dalam jaringan listrik bersih di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian lithium telah menjadi salah satu komoditas yang paling dicari yang mana harganya melonjak lebih dari 500 persen dalam dua tahun terakhir. Arus geopolitik mendorong perebutan mineral berharga oleh kekuatan dunia.

img_title Warga China Ditolak Masuk RI karena Colong Barang di Pesawat

Ada pertikaian tentang siapa yang mengendalikan rantai pasokan, dimulai oleh Amerika Serikat (AS) yang telah menolak globalisasi dan berusaha untuk menegaskan kembali pengaruhnya atas barang-barang global yang kritis dengan secara paksa menopang mereka dan melemahkan pesaing.

Dengan posisinya yang dominan atas barang dan teknologi energi terbarukan, China telah menjadi fokus upaya Pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk mendapatkan kembali keunggulan dalam industri tersebut.

img_title Rusia Bakal Gempur Ukraina Besar-besaran Jelang Pemilu Paruh Waktu AS

Hal ini telah membuat kedua negara berselisih mengenai siapa yang dapat menemukan dan mengeksploitasi deposit lithium di seluruh Bumi. Siapa pun yang mengendalikan rantai pasokan akan mendominasi industri.

Rantai pasokan dimulai di mana sumber daya tersebut ditemukan. Dalam hal ini, China memiliki awal yang baik, memiliki sejumlah besar lithium dan kemampuan untuk menambangnya, menurut situs Russian Today, Rabu, 8 Februari 2023.

Strategi ini menjadi peringkat keenam di dunia untuk sumber daya lithium secara keseluruhan (5,1 juta ton) dan keempat dalam cadangan yang dapat ditambang (1,5 juta ton).

Ilustrasi baterai Lithium-ion.

Photo :
  • Pixabay

AS memiliki lebih banyak sumber daya lithium dengan total 9,1 juta ton, tetapi cadangan yang dapat ditambang saat ini hanya 750 ribu ton.

Sumber daya ini terkait dengan endapan lithium yang diketahui, sedangkan cadangan yang dapat ditambang adalah yang sudah diekstraksi dan digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara Australia mempunyai 5,7 juta ton cadangan lithium, yang dapat membantu mengubah keseimbangan yang menguntungkan.

Tampaknya, AS kehilangan cengkeramannya di wilayah yang kaya akan simpanan lithium dan juga yang telah didominasi Washington DC selama beberapa dekade.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut