NASA Melihat Ada Planet Telanjang

Salah satu Planet Trappist-1.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Tekno – Dunia berbatu tata surya Trappist telah memikat para ilmuwan. Sampai saat ini, planet seukuran Bumi di luar tata surya kita, yang disebut exoplanet, sebagian besar tetap misterius.

img_title Penipuan Digital Makin Marak, Ini Cara Mudah Melindungi Identitas dan Data Pribadi

Tetapi para peneliti menduga beberapa dapat menampung air, bahkan mungkin kondisi yang cocok untuk kehidupan di luar Bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kekuatan James Webb Space Telescope —observatorium ruang angkasa tercanggih yang pernah dibangun— para astronom dapat menganalisis dunia ini dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.

img_title Era Digital dan Algoritma Makin Pesat, Talenta Muda Bidang Matematika Disiapkan

Sejauh ini, JWST telah melihat dua planet terdekat dengan bintangnya, Trappist-1. Para ilmuwan baru-baru ini melatih teleskop Webb di Trappist-1 c, planet kedua dari tujuh planet Trappist yang diketahui, dan planet yang mengorbit hanya sekitar 1,5 juta mil dari bintang kecil katai merah (katai M).

Dalam penelitian di jurnal sains Nature, para astronom menemukan planet panas ini kemungkinan besar tidak memiliki atmosfer yang tebal (mungkin mirip dengan Venus), seperti yang pernah dispekulasikan oleh para astronom, dan malah memiliki sedikit atau tidak ada air dan bukan kandidat yang bagus untuk kelayakhunian.

img_title Minecraft di Nintendo Switch 2 Segera Jadi Sorotan, Apa Saja Perubahannya?

Namun, ada lebih banyak planet TRAPPIST untuk diamati secara mendalam oleh teleskop sapu jagat tersebut, dilansir VIVA Digital dari laman Mashable, Jumat, 23 Juni 2023.

"Trappist-1c menarik karena layaknya kembaran Venus di mana ukurannya hampir sama dengan Venus dan menerima jumlah radiasi yang sama dari bintang induknya seperti yang diterima Venus dari Matahari," kata Laura Kreidberg, seorang peneliti planet ekstrasurya di Max Planck Institute for Astronomy.

Peneliti berpikir itu bisa memiliki atmosfer karbon dioksida yang tebal seperti Venus. Planet ini panasnya sekitar 225 derajat Fahrenheit pada siang hari, tetapi tidak sehangat Venus yang terik.

JWST memiliki cermin lebih dari 21 kaki atau dua setengah kali lebih besar dari Teleskop Luar Angkasa Hubble, memungkinkannya menangkap cahaya yang sangat redup dari planet ekstrasurya di galaksi Bima Sakti.

Teleskop James Webb.

Photo :
  • ESA

Dalam kasus Trappist-1 c, yang terletak sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi, para astronom menggunakan strategi cerdas untuk menyelidiki apa yang ada atau tidak ada di atmosfer.

Mereka mengamati dunia melintas di belakang bintangnya empat kali, memungkinkan para peneliti untuk membandingkan kecerahan total saat planet berada di samping bintang (Trappist-1 c ditambah cahaya dari bintangnya) dengan hanya cahaya bintang.

Ini memungkinkan para astronom menentukan berapa banyak jenis cahaya tertentu, yang diserap oleh CO2, yang ada di dunia luar angkasa ini. Pada akhirnya, mereka menemukan sedikit bukti CO2.

Hasil kami konsisten dengan planet yang berupa batu telanjang tanpa atmosfer atau planet dengan atmosfer CO2 yang sangat tipis (lebih tipis daripada di Bumi atau bahkan Mars) tanpa awan.

Menemukan kemungkinan sifat Trappist-1 c dan planet Trappist selanjutnya yang akan diselidiki JWST, di mana itu membutuhkan sensitivitas teleskop yang ekstrem.

"Sensitivitas yang diperlukan untuk membedakan antara berbagai skenario atmosfer di planet sekecil itu sangat luar biasa. Penurunan kecerahan yang terdeteksi selama gerhana sekunder hanya 0,04 persen, setara dengan melihat 10.000 bola lampu kecil dan hanya empat yang padam," kata NASA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fakta dua planet Trappist memiliki atmosfer yang sangat tipis dan tidak ada tanda-tanda air bisa berarti planet saudara Trappist lainnya -meskipun lebih jauh dari bintangnya dan berada di lingkungan yang lebih beriklim sedang- mungkin masih memiliki sedikit air atau bahan untuk dunia yang layak huni.

Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Yessi Arnaz Ferari

Jangan Sampai Jadi Korban Penipuan! Ini Web dan Media Sosial Resmi Pantau Informasi Bansos Digital

Masyarakat Indonesia diminta bisa mengenali situs website resmi dan media sosial untuk mendaftarkan diri atau mendapatkan informasi ke layanan bansos digital

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut