Jalan Terjal Nenek Moyang Mesir Menuju Surga

Kitab kematian Mesir.
Sumber :
  • Wikipedia

VIVA Tekno - Seperti banyak budaya yang dimiliki para nenek moyang, orang Mesir Kuno memiliki sistem kepercayaan yang kaya tentang akhirat.

img_title Kecelakaan Bus di Mesir, 16 Orang Tewas-28 Luka

Mereka melihat kematian hanya sebagai awal dari perjalanan panjang dan sulit menuju keabadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dipenuhi dengan rintangan dan setan, jalan menuju surga adalah jalan yang berbahaya bagi orang Mesir Kuno yang telah meninggal dunia.

img_title Mesir: Terusan Suez Harga Mati, Takkan Dijual demi Lunasi Utang

Oleh karena itu, Kitab Orang Mati berfungsi sebagai panduan untuk membantu orang yang meninggal menavigasi medan supernatural ini.

Terlepas dari namanya, Kitab Orang Mati bukanlah sebuah buku. Sebaliknya, itu adalah kumpulan mantra yang ditulis selama sekitar 1.000 tahun yang tidak memiliki urutan, struktur, atau narasi formal.

img_title Bisakah Sakit Meluruhkan Segala Dosa? Ternyata Begini Penjelasannya Menurut Islam

Masing-masing mantra ini dirancang untuk membantu orang mati mengatasi tantangan khusus yang mungkin mereka temui di dunia bawah.

Berbagai mantra kombinasi ini dapat ditemukan pada papirus yang ditempatkan di pekuburan di samping mayat.

Mantra paling awal ini dilukiskan pada objek di dalam ruang pemakaman keluarga kerajaan Mesir sekitar 2400 SM yang dikenal sebagai Teks Piramida.

Versi selanjutnya - dikenal sebagai Teks Peti Mati - ditulis di peti mati elit non-kerajaan, sebelum koleksi tersebut diedit ulang pada abad ke-16 SM dengan judul 'The Book of Coming Forth by Day'.

Buku itu dijual oleh para juru tulis dan kemudian dilihat sebagai bagian penting dari perlengkapan bagi mereka yang bersiap untuk keluar dari dunia orang hidup.

Biasanya, manusia yang usianya sudah tua hanya akan membeli bab tertentu dan tidak ada makam yang pernah ditemukan dengan koleksi mantera secara lengkap.

Mumi menjerit asal Mesir.

Photo :
  • Arab News

Baru pada 1842, koleksi itu kemudian dikenal sebagai Kitab Orang Mati, ketika Ahli Mesir Kuno Jerman, Karl Richard Lepsius menerbitkan teks tersebut dengan nama tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai mantra dalam Kitab Orang Mati Mesir dirancang untuk membantu mereka yang sudah tiada mengatakan hal yang benar pada waktu yang tepat, untuk menghindari pemusnahan dan mencapai akhirat yang kekal.

Menurut kepercayaan Mesir Kuno, orang mati diharuskan melakukan perjalanan melalui dunia bawah untuk bertemu dengan Dewa Osiris, di mana mereka akan diadili sesuai dengan kebenaran yang mereka jalani.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut