Indonesia Punya Persepsi Paling Positif dan Progresif Terhadap Kripto

Bitcoin, Etherium, dan aset kripto.
Sumber :
  • Business Today

VIVA Tekno - Perusahaan teknologi perangkat lunak terkemuka dalam bidang web3, Consensys mengumumkan hasil dari survei pendapat global yang pertama kali dilakukan mengenai web3 dan kripto.

img_title Survei Voxpol Ungkap 63,3 Persen Publik Nilai Prabowo-Gibran Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei ini dilakukan secara online oleh YouGov, grup periset data online dan analitik teknologi internasional. Survei ini mengeksplorasi topik-topik seperti privasi data, jejak karbon crypto, siklus berita terkini, dan kepemilikan digital. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Temuan survei menunjukkan bahwa orang-orang di seluruh dunia termotivasi untuk berkontribusi dan yakin bahwa mereka memberikan kontribusi yang berharga secara online. 

img_title Transformasi IT Berbasis AI Jadi Solusi Perusahaan RI Menuju Autonomous Enterprise

Hasil riset menunjukkan bahwa orang-orang secara global termotivasi untuk membangun dan mempercayai bahwa mereka memberikan kontribusi secara online.
 
Survei ini dilakukan di 15 negara, yaitu Argentina, Brasil, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Meksiko, Nigeria, Afrika Selatan, Korea Selatan, Filipina, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Pendiri dan CEO Consensys, Joe Lubin mengatakan bahwa survei ini mengkonfirmasi munculnya paradigma kepercayaan terdesentralisasi yang memberdayakan pengguna dan komunitas. 

img_title Investasi Teknologi Bukan Sekadar Ikut Tren, Ini Cara Menyesuaikannya

"Era para builder sejalan dengan etos web3 dimana setiap orang dapat berkontribusi. Consensys bertujuan menjadi pengurus yang terpercaya bagi para pembangun dan pengembang, mendukung pemberdayaan komunitas dan dampak positif secara global," ujarnya, melalui keterangan resmi, Rabu, 19 Juli 2023.

Bitcoin, Etherium, dan aset kripto.

Photo :
  • Mint

Indonesia mungkin menjadi negara yang paling progresif dan menjanjikan karea internet, yang mendapat dukungan dari pengguna dan berpusat pada komunitas.
 
Dalam survei tersebut, 77 persen responden menjawab bahwa mereka telah memberikan nilai tambah pada Internet, nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan sebagian besar negara lain dan semua negara Asia yang disurvei (misalnya Jepang dengan persentase 40 persen).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini juga mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia adalah orang-orang yang paling peduli terhadap privasi di Asia. Negara kita juga menempati peringkat kedua dalam keinginan untuk membagi keuntungan yang diperoleh perusahaan dari data pengguna (81 persen), serta untuk memiliki lebih banyak kontrol atas data pengguna (89 prrsen). 

Selain itu, kita juga menempati peringkat pertama di Asia dalam keyakinan terhadap kepemilikan digital, yang menunjukkan bahwa setiap orang seharusnya memiliki hal-hal yang mereka ciptakan di Internet. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut