Miris, Begini Kisah Tragis Taman Penis

Taman Haesindang (Taman penis) Korea Selatan.
Sumber :
  • Istimewa

Samcheok – Puluhan ukiran Penis raksasa banyak terlihat di sebuah taman di Korea Selatan (Korsel). Tak heran jika Taman Haesindang ini disebut juga sebagai Taman Penis.

img_title Kim Jong Un Copot Menhan Korut Usai Latihan Gabungan Korsel-AS, Ada Apa?

Taman yang berlokasi di Kota Samcheok, Provinsi Gangwon ini, para pengunjung akan dipuaskan dengan pemandangan berbagai patung dan ukiran berbentuk phallus, bentuk alat kelamin pria dalam berbagai variasi menarik dan ukuran yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Taman Haesindang (Taman penis) Korea Selatan

Photo :
  • Istimewa

img_title Bantai Korea Selatan 3-0, Thailand Melaju ke Semifinal AVC Women’s Continental 2026

Sepanjang mata memandang, semua patung dan ukiran yang ada di Taman Haesindang memiliki tema yang sama yaitu penis. Tak ketinggalan, bangku taman pun memiliki bentuk seperti kelamin pria.

Lalu, mengapa taman ini hanya menampilkan patung berbentuk penis saja? Ternyata ini memiliki kaitannya dengan latar belakang atau sejarah taman yang disebut-sebut tragis.

img_title Viral! Misteri Orang Hilang di Jeju Makin Ngeri, Polisi Diduga Tutup Kasus hingga Korban Ditemukan Tewas

Kisah Taman Haesindang

Alkisah, pada suatu hari, seorang perempuan ditinggalkan oleh pasangannya di sebuah karang di tengah laut untuk pergi bekerja. Namun badai menghantam dan sang pria tidak dapat menjemput perempuan itu kembali karena sang pria itu tenggelam tersapu badai.

Setelah kejadian itu, warga desa tidak dapat menangkap ikan lagi. Mereka menduga hal itu terjadi karena kutukan sang perempuan. Kutukan itu disebut-sebut baru berakhir ketika serang nelayan buang air kecil ke laut.

Dari sinilah banyak orang berasumsi jika dengan memperlihatkan kemaluan pria akan meredakan kemarahan arwah perempuan malang itu.

Taman Haesindang (Taman penis) Korea Selatan

Photo :
  • Istimewa

Demi alasan untuk menenangkan arwahnya kembali, warga desa setempat membuat beberapa ukiran penis dari kayu dan melangsungkan sebuah upacara keagamaan di sana. Setelah beberapa waktu, ikan-ikan mulai kembali ke laut dan warga desa mulai dapat hidup kembali dengan tenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cerita itu kini dikenal sebagai Legenda Auebawi dan Haesindang. Karang tempat perempuan itu tenggelam dinamakan Karang Auebawi sedangkan bangunan tempat upacara keagamaan dilangsungkan dua kali setahun dinamakan Haesindang.

Berdasarkan data yang diolah VIVA Tekno, sampai hari ini upacara tersebut masih terus dilangsungkan sebagai upacara adat tradisional.

Times Square di New York.

New York Gelar Upacara Peringati 25 tahun Serangan 11 September

Kota New York menggelar sebuah upacara untuk memperingati para korban Serangan 11 September 2001 pada Jumat waktu setempat. waktu tersebut tepat pada 25 tahun tragedi itu

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut