Alkitab Sudah Mengingatkan, Sungai Efrat Mengering

Sungai Efrat yang mengering.
Sumber :
  • John Wreford

VIVA Tekno – Seperti yang diperingatkan Alkitab, Sungai Efrat mengering. Namun, tidak seperti penjelasan Kedatangan Kedua Yesus Kristus, melainkan ada fenomena lingkungan yang sangat nyata, yang mendorong masalah ini, ialah kekeringan kronis dan perubahan iklim. 

img_title Bisa Berbalik Rugikan Pekerja, RUU Ketenagakerjaan Dinilai Tambah Ongkos Ketidakpastian Berusaha

Sungai Efrat ditemukan di sepanjang Sungai Tigris yang berkelok-kelok melalui Turki, Suriah, dan Irak sebelum bermuara ke Teluk Persia. Ini adalah sistem sungai terbesar di Asia Barat dengan cekungan yang juga menyebar ke Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanah di sekitar kedua sungai ini secara historis merupakan bagian dari Bulan Sabit Subur yang menyediakan kondisi ideal bagi pertanian untuk berkembang, yang pada akhirnya memunculkan beberapa peradaban perkotaan pertama di dunia, seperti Mesopotamia.

img_title Jadi Strategi dan Standar Ketahanan Bisnis Era Global, Pertimbangan Risiko Iklim Dinilai Sangat Penting

Meskipun pernah menjadi lahan subur, sistem sungai Tigris–Efrat kini mengering dengan kecepatan yang mencengangkan, mengutip laman IFL Science, Selasa, 25 Juli 2023.

Sebuah laporan pemerintah oleh Kementerian Sumber Daya Air Irak pada tahun 2021 memperingatkan bahwa sungai-sungai dapat mengering pada tahun 2040 karena penurunan permukaan air dan kekeringan yang didorong oleh perubahan iklim.

img_title Naas! Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Gegara Tenggelam di Sungai Komering Sumsel

Hanya dalam beberapa dekade, aliran di sistem Sungai Efrat-Tigris telah menurun, hampir setengah dari aliran tahunan rata-rata selama tahun-tahun yang kering.

Ilustrasi Alkitab

Photo :
  • BBC.co.uk

Gambar satelit menunjukkan bahwa cekungan Sungai Tigris dan Efrat telah kehilangan 144 kilometer kubik (34 mil kubik) air tawar dari tahun 2003 hingga 2013, meninggalkan permukaan air pada titik terendah dalam catatan sejarah.

Peristiwa ini terkait erat dengan krisis iklim yang lebih luas, yang dihadapi dunia. Timur Tengah dianggap sebagai salah satu wilayah yang paling rentan terhadap perubahan iklim, yang akan memperburuk masalah kelangkaan air di wilayah tersebut. 

Kabar buruk bagi lingkungan berarti kabar buruk juga bagi manusia. Sekitar 60 juta orang mengandalkan air dari sistem Sungai Efrat-Tigris untuk mempertahankan hidup mereka, terutama di Turki dan Irak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak tahun 2000-an, kerja sama internasional atas pengelolaan Cekungan Tigris–Efrat dilaporkan terhenti, mengobarkan api persaingan lokal dan ketegangan geopolitik antara para pemangku kepentingan sistem sungai. 

Abad yang akan datang ini memiliki potensi untuk menyaksikan sejumlah 'perang air', di mana negara dan kelompok milisi berjuang untuk mendapatkan akses ke sumber daya air.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut