Mengubur Karbondioksida di Bawah Tanah

Ilustrasi emisi karbon.
Sumber :
  • Pixabay

Ilustrasi karbondioksida/CO2.

Photo :
  • Freepik

img_title AI Generasi Berikutnya Mulai Berubah, Ada Perkembangan Teknologi yang Jarang Dibahas

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Ketua Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Luky Yusgiantoro mengatakan, Indonesia memiliki banyak sumber industri CO2, seperti pembangkit listrik tenaga batu bara, pengolahan gas alam, kilang minyak, dan pabrik kimia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seiring dengan banyaknya sumber daya penyimpanan geologis tersebut, lanjut Luky, potensial dioptimalkan menjadi lokasi penangkapan karbon. Adapun sejumlah proyek terkait telah dimulai. Bahkan, sebagian besar ditargetkan mulai beroperasi sebelum 2030.

img_title Umat Muslim Tanah Air Terus Bertransformasi, dari Teknologi hingga Gaya Hidup Modern

"Indonesia memiliki formasi geologi yang dapat digunakan untuk menyimpan karbon secara permanen dengan menggunakan teknologi yang tepat. Dekarbonisasi industri hulu dan berat merupakan langkah penting untuk mewujudkan target net zero emission (NZE) Indonesia tahun 2060," jelasnya.

Adapun Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2023 bertujuan untuk memotivasi sekaligus memfasilitasi industri hulu di Indonesia untuk mengurangi emisi karbon. "SKK Migas secara konsisten berperan aktif dalam penerapan CCS/CCUS di Indonesia di wilayah kerja hulu migas," kata Luky.

img_title Teknologi AI Makin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari, Pekerjaan Apa Saja yang Bisa Dibantu?

Ilustrasi AI

AI Memberi Guru Ruang untuk Bereksperimen Belajar Siswa

AI membantu guru bereksperimen dengan metode belajar kreatif, menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa, dan meningkatkan interaksi kelas, tanpa mengabaikan peran guru.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut