AS dan Jerman Silang Pendapat soal Alien

UFO dan alien.
Sumber :
  • Amazon.com

VIVA Tekno - Apa yang disebut 'balon mata-mata' China mungkin disalahartikan sebagai pesawat luar angkasa, kata mantan wakil kepala Direktorat Misi Sains NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa), Thomas Zurbuchen .

img_title 3 Negara Besar Punya Urusan dengan Alien

Dia tetap yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi di luar sana, namun diperingatkan bahwa teknologi tidak ramah dari Bumi mungkin menjadi salah satu alasannya, mengutip situs Russian Today , Rabu, 30 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Fakta bahwa ada fenomena yang tidak dapat dijelaskan bukanlah sebuah pertanyaan bagi saya. Apa itu dan apa artinya, serta bagaimana kami membuktikan keberadaannya adalah sesuatu yang memerlukan lebih banyak perbaikan,” katanya.

img_title Margaret Hamilton Wafat di Usia 90 Tahun, Kenang Lagi Kisahnya di Balik Keberhasilan NASA Mendaratkan Manusia ke Bulan

Sebagai administrator asosiasi terlama NASA untuk Direktorat Misi Sains, Zurbuchen , mengetuai panel Unidentified Anomalous Phenomena ( UAP ) badan tersebut tahun lalu. 

Panel tersebut memeriksa ratusan keterangan dari para Saksi yang mengaku telah melihat benda terbang misterius atau UFO , namun tidak menyimpulkan bahwa benda tersebut berasal dari luar bumi.

img_title Erupsi Anak Krakatau Terekam NASA, Begini Penampakan dari Angkasa

Jet tempur AS menembak jatuh balon mata-mata China di perairan Carolina, AS

Photo :
  • Chad Fish via AP

“Mungkin ada banyak penjelasan. Jika kita melihat teknologi, itu mungkin tidak bersahabat dan itu adalah sesuatu yang harus kita ketahui. Bisa jadi itu adalah teknologi dari tempat lain di Bumi dan akan sangat menakutkan,” lanjutnya .

Sementara itu, ilmuwan Jerman, Dirk Schulze-Makuch berpendapat bahwa kemunculan wahana antariksa produksi Amerika Serikat, Viking 1 di planet Mars yang dilakukan 50 tahun lalu, dituding secara tidak sengaja membunuh Alien .

Saat itu, Viking mengirim NASA untuk memotret kondisi permukaan dan mengungkap potensi kehidupan lain di planet itu.

" Viking memang berhasil memotret kondisi permukaan Mars yang saat itu sulit untuk dilakukan. Hanya saja untuk mengungkap potensi kehidupan lain di planet itu, Viking justru melakukan kesalahan," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesalahannya adalah ketika mencoba meneliti keberadaan udara di planet tersebut. Viking menambah jejak udara di planet Merah itu dengan udara yang dibawa dari Bumi. Hal itu dianggap kesalahan yang membuat keberadaan kehidupan alien di Mars hilang.

Ilustrasi peta NASA

Peta NASA Masih Merah, Karbon Monoksida Terdeteksi Membentang di Langit Indonesia

Peta NASA periode 16-18 Oktober 2026 menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia. Simak data titik panas, karhutla, dan kondisi kualitas udara.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut