Obat-Obatan Sintetis Banyak Beredar di Wilayah Ini

Ilustrasi narkoba.
Sumber :
  • dok. Pixabay

VIVA Tekno – Obat-obatan sintetis berbahaya kini tengah berkembang dan berdedar makin luas di Timur Tengah.  

img_title Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal Houthi ke Kota Taif dan Yanbu

Hal ini pun membuat pihak Arab Saudi buka suara dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan menekankan komitmen kerajaan itu untuk memerangi momok obat-obatan sintetis di Timur Tengah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

img_title Dibahas di Kongres Luar Biasa AFC, Piala Asia Berubah Jadi Tahun Genap, Apa Dampaknya bagi Sepak Bola Asia?

Berbicara di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Pangeran Faisal berbicara tentang lonjakan metamfetamin yang dibuat di negara-negara yang kurang stabil dan aman. 

 

img_title Skenario yang Dibahas Usai Rapat Darurat AFC di Tokyo, Piala Asia 2027 Terancam Mundur ke 2028?

Ilustrasi narkoba

Photo :
  • dok. Pixabay

 

"Kita telah melihat pertumbuhan pesat obat-obatan sintetik di negara kita dan kita melihat dampak yang sangat buruk terhadap masyarakat kita, dan hal ini mendorong keterlibatan kita dalam masalah ini,” ujarnya, melansir Al Arabiya, Rabu, 20 September 2023. 

 

Arab Saudi telah menindak produksi dan peredaran obat-obatan terlarang di kerajaan tersebut, dengan ribuan penangkapan dalam beberapa tahun terakhir.

 

"Kami sangat prihatin dengan dampak kesehatan masyarakat dan kerugian sosial yang terkait dengan konsumsi obat-obatan sintetis non-medis dan tantangan yang terkait dengan pembuatan gelap, penyelundupan dan kejahatan terkait,” kata Pangeran Faisal. 

 

Narkoba yang membanjiri Timur Tengah termasuk Captagon, sebuah amfetamin yang dibuat di Suriah. Pangeran Faisal memimpin delegasi Saudi pada Debat Umum tingkat tinggi di Majelis Umum PBB di New York. 

 

 

Dia juga berterima kasih kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken karena memimpin koalisi internasional untuk mengatasi ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh obat-obatan sintetis melalui kerja sama global. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Pangeran Faisal akan menghadiri pertemuan tingkat menteri yang dijadwalkan dalam kerangka GCC, Organisasi Kerjasama Islam dan Liga Arab.

Ilustrasi bendera Israel.

4 Negara Kompak Bilang Israel Biang Kerok Ketidakstabilan Timur Tengah

Menteri luar negeri Arab Saudi, Turkiye, Mesir, dan Pakistan menyatakan bahwa pendudukan Israel menjadi sumber utama ketidakstabilan di kawasan dan sekitarnya

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut