Uniknya Ubur-ubur, Enggak Punya Otak tapi Lebih Pintar

Ubur-ubur surai singa.
Sumber :
  • W.carter/Wikimedia

VIVA Tekno – Ubur-ubur jauh lebih pintar meski hanya memiliki 1.000 sel saraf dan tidak ada otak terpusat, ungkap penelitian baru. Studi menunjukkan bahwa ubur-ubur kotak Karibia yang beracun dapat belajar pada tingkat yang jauh lebih kompleks dari yang pernah dibayangkan.

img_title Virus Misterius Tewaskan Peneliti di Rusia, Akankah Bisa Jadi Wabah Baru?

Dalam Jurnal Current Biology ilmuwan menyebut bahwa hewan itu telah mengubah pemahaman mendasar kita tentang otak – dan dapat mengungkap lebih banyak tentang otak kita dan proses demensia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ubur-ubur telah ada selama lebih dari 500 juta tahun, namun hingga kini, mereka dianggap sebagai makhluk sederhana dengan kemampuan belajar yang sangat terbatas.

img_title Tidur Cuma Sebentar karena Kerja? Hati-hati, Otak Bisa Ikut Kena Dampak Buruk Ini

Pendapat ilmiah yang umum adalah bahwa sistem saraf yang lebih maju sama dengan potensi belajar yang lebih maju pada hewan, seperti dikutip dari situs Metro, Selasa, 26 September 2023.

Ubur-ubur dan kerabatnya, yang secara kolektif dikenal sebagai cnidaria, dianggap sebagai hewan paling awal yang mengembangkan sistem saraf – memiliki sistem saraf yang cukup sederhana tanpa otak terpusat.

img_title Tumbuh di Era AI, Dokter Ungkap Alasan Stimulasi Penting untuk Perkembangan Otak Anak

Ahli Neurobiologi Profesor Anders Garm telah meneliti ubur-ubur kotak, kelompok yang dikenal sebagai salah satu makhluk paling beracun di dunia, selama lebih dari satu dekade.

Spesies seukuran kuku ini hidup di rawa bakau Karibia, di mana mereka menggunakan sistem visual yang mengesankan, termasuk 24 mata, untuk berburu kopepoda – krustasea kecil – di antara akar-akarnya.

"Dulu, ada anggapan bahwa ubur-ubur hanya mampu melakukan bentuk pembelajaran yang paling sederhana, termasuk pembiasaan – kemampuan untuk terbiasa dengan rangsangan tertentu, seperti suara yang konstan atau sentuhan yang konstan,” kata Profesor Garm, dari Universitas Kopenhagen, Denmark.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekarang, peneliti melihat bahwa ubur-ubur memiliki kemampuan belajar yang jauh lebih baik dan mereka sebenarnya dapat belajar dari kesalahan. Ia mengatakan salah satu atribut paling canggih dari sistem saraf adalah kemampuan untuk mengubah perilaku sebagai hasil dari pengalaman – untuk mengingat dan belajar.

Saat ubur-ubur kotak kecil mendekati akar bakau, mereka berbalik dan berenang menjauh. Jika membelok terlalu cepat, mereka tidak akan punya cukup waktu untuk menangkap satu pun kopepoda. Namun jika terlambat, tanaman tersebut berisiko terbentur akar dan merusak tubuh agar-agarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut