Ini 5 Penyebab Seseorang jadi Posesif, Waspadalah

Ilustrasi pasangan/cemburu.
Sumber :
  • Freepik/yanalya

VIVA Tekno – Orang yang berperilaku posesif sering kali merasa seolah-olah mereka memiliki hak atas orang lain, yang memicu keinginan mereka untuk mengontrol dan mendominasi.

img_title Layar HP Bergerak Sendiri Saat Dicas? Gangguan Ini Bisa Berasal dari Hal yang Tak Terduga

Karenanya, perilaku ini juga kerap disebut sebagai "perilaku mengontrol". Walaupun umum terjadi dalam hubungan asmara, hal ini tentu tidak sehat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perilaku posesif ini bisa menjadi indikator dari hubungan yang toxic. Pada tahap awal, perilaku posesif mungkin tersembunyi dan dianggap sebagai tanda kasih sayang atau kepedulian.

img_title Bukan Cuma soal Beda Tontonan, 8 Hal Sepele Ini Bisa Bikin Pasangan Bertengkar

Film Miemien (hantu posesif)

Photo :
  • dokumen pribadi

Namun, perlu diingat bahwa tindakan berlebihan dalam mengontrol bukanlah simbol romantisisme atau perhatian yang sebenarnya. Biasanya, perilaku ini muncul sebagai respons atas perasaan cemburu, ketidakamanan, atau ketidakpercayaan pada pasangan.

img_title 6 Kebiasaan Pasangan Hemat saat Akhir Pekan, Tetap Seru Tanpa Bikin Kantong Jebol

Apa Saja yang Membuat Seseorang Menjadi Posesif? Dikutip dari situs Siloam Hospitals, berikut beberapa penyebab di balik seseorang yang berperilaku posesif.

1. Keinginan untuk Mengendalikan Pasangan

Ketika seseorang merasa bisa mengendalikan pasangan, mereka merasa aman dan stabil dalam hubungan. Itulah sebabnya mengapa keinginan ini bisa mendorong seseorang menjadi posesif.

2. Ketergantungan Berlebih pada Pasangan

Ilustrasi pasangan.

Photo :
  • pixabay

Beberapa individu memiliki ketergantungan emosional yang kuat pada pasangannya. Ini bisa membuat mereka membatasi kebebasan pasangan, misalnya dalam bersosialisasi, karena rasa takut kehilangan perhatian.

3. Insecure

Ketidakamanan atau insecure adalah perasaan tidak yakin, cemas, dan kurang percaya diri. Ini dapat mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dalam hubungan dan mendorong perilaku posesif.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko ketidakamanan meliputi trauma dari pengalaman masa lalu, keinginan untuk selalu sempurna, atau pola asuh yang kurang mendukung.

4. Ketidakpercayaan pada Pasangan

Ilustrasi pasangan bertengkar

Photo :
  • Freepik/yanalya

Kurangnya kepercayaan bisa membuat seseorang cemburu tanpa alasan yang jelas, yang pada gilirannya memicu perilaku posesif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Adanya Gangguan Kesehatan Mental

Dalam beberapa kasus, perilaku posesif mungkin merupakan gejala dari gangguan kesehatan mental seperti gangguan bipolar, narsisisme, borderline personality disorder, obsessive-compulsive disorder, atau skizofrenia.

Ilustrasi media sosial.

Ajudan, Patwal hingga Aktivitas Medsos Bos BUMN Tak Lagi Bisa Seenaknya! Keluarga Juga Dilarang Pamer Gaya Hidup Mewah

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperketat aturan perilaku direksi dan dewan komisaris BUMN, bukan cuma melarang pamer gaya hidup mewah.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut