Pengembangan Ekosistem IoT Jangan 'Sprint' tapi Marathon

Ilustrasi Internet of Things (IoT).
Sumber :
  • www.pixabay.com/geralt

VIVA Tekno – Digitalisasi telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia. Di Indonesia, pergeseran menuju ekonomi digital juga semakin penting, seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

img_title Kemenkop Minta Tambah Anggaran Rp4,53 T di 2027 Buat Digitalisasi dan Penguatan SDM

Salah satu aspek penting dalam digitalisasi adalah Internet of Things (IoT), yang menawarkan potensi besar untuk mengubah lanskap bisnis dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai sektor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) mengungkapkan, potensi bisnis IoT di Indonesia sangat cerah di masa depan. Pada 2022, ASIOTI mencatat, potensi IoT di Indonesia sudah mencapai US$26 miliar atau Rp372 triliun.

img_title Revolusi Digitalisasi Bansos Presiden Prabowo: Dulu 200 Hari, Sekarang Hitungan Menit

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail.

Photo :
  • Kominfo

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama ASIOTI menggelar Indonesia Smart Solutions Summit (ISSS) 2023.

img_title Prabowo Perluas Digitalisasi Sekolah, Kini Ruang Kelas Indonesia Makin Modern

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail menyatakan bahwa dukungan pengembangan ekosistem IoT telah dilaksanakan Ditjen SDPPI melalui program IoT Makers dan IoT Creation yang telah diselenggarakan 2019 hingga 2022.

“Rangkaian program tersebut telah berhasil menghasilkan inovasi-inovasi yang menjadi solusi dan mampu untuk bersaing dalam dunia industri IoT”, kata dia, dalam sambutannya melalui konferensi pers secara hybrid, Rabu, 8 November 2023.

Ia mengatakan, adanya pengembangan ekosistem IoT merupakan kegiatan marathon yang berkelanjutan dan bukan kegiatan sprint atau lari cepat. Pendampingan dan edukasi terus dilakukan agar startup IoT bisa segera komersialiasasi.

ASIOTI.

Photo :
  • Dok. ASIOTI

Senada, Ketua Umum ASIOTI Teguh Prasetya menjelaskan ajang ISSS 2023, menghadirkan seluruh pemangku kepentingan bersama ekosistem IoT untuk membawa adopsi solusi pintar berbasis internet of things, cloud, dan AI.

“Lebih dalam lagi guna menjadi bagian dari solusi keseharian kegiatan masyarakat Indonesia yang diperkirakan pada tahun 2045 nanti rata-rata akan memiliki 22 perangkat IoT untuk setiap Masyarakat Indonesia” ujarnya.

Teguh menjelaskan selama ini pengembangan IoT dimulai dari fokus pada pengenalan, sosialisasi, pengembangan ekosistem dan edukasi di tahun pertama, ditingkatkan dengan kompetisi dan pembuatan standarisasi untuk level pemula hingga engineer IoT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dan terus meningkat hingga program pendampingan, sertifikasi perangkat serta pembuatan standarisasi nasional Indonesia,” tegas Teguh.

Ilustrasi digitalisasi.

Digitalisasi Mulai Menyentuh Rantai Pasok Konstruksi, Bukan Sekadar Urusan Desain Proyek

Perkembangan digitalisasi merambah semakin jauh ke industri konstruksi Indonesia yang terus bertumbuh kini semakin terdorong oleh efisiensi teknologi.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut