Bisakah Cuci Baju di Luar Angkasa?

Ilustrasi astronot.
Sumber :
  • 21stcentech.com

Dia mengatakan bahwa pakaian olahraga mereka menjadi sangat tidak menyenangkan sehingga mereka menggunakan satu set pakaian baru setiap minggunya.

img_title Masih Ingat Gary McKinnon? Hacker yang Pernah Menghebohkan Pentagon dan NASA Kini Jadi Produser Musik

"Setelah itu, pakaian-pakaian tersebut dianggap beracun," kata Melvin, yang menjadi juru bicara proyek P&G. "Mereka seperti memiliki kehidupan sendiri. Mereka sangat kaku karena keringat."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun NASA dan mitra stasiun luar angkasa lainnya telah meneliti cara-cara untuk memperpanjang waktu pemakaian dengan pakaian antimikroba khusus, itu bukanlah solusi jangka panjang.

img_title Kembali ke Bumi, Astronaut Artemis II ‘Belajar Berjalan’ Lagi, Kenapa?

Dalam percobaan pertamanya, P&G akan mengirimkan deterjen yang dibuat khusus untuk ruang angkasa pada bulan Desember. Para ilmuwan kemudian akan melihat bagaimana senyawa dalam deterjen tersebut bereaksi terhadap enam bulan tanpa bobot. Mei mendatang, mereka akan mengirimkan pena dan kain penghilang noda ke ISS untuk diuji coba oleh para astronot.

Pada saat yang sama, P&G sedang mengembangkan mesin cuci-pengering yang dapat beroperasi di bulan atau bahkan Mars. Mesin ini akan menggunakan sedikit air dan deterjen. Mesin seperti itu juga bisa berguna di tempat-tempat kering di Bumi.

img_title Setelah 'Berlayar' Cukup Jauh, Astronot NASA Balik Kandang

Salah satu dari sekian banyak masalah desain adalah bahwa air cucian harus diambil kembali untuk minum dan memasak. Hal ini sudah dilakukan dengan limbah cair dan keringat manusia di stasiun luar angkasa.

Logo NASA.

NASA Ingin Mendaratkan Manusia ke Bulan Tahun 2028

Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengumumkan rencananya untuk mendaratkan antariksawan ke Bulan pada 2028 dalam rangka misi Artemis IV

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut