Membangun IKN jadi 'Smart City'

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong.
Sumber :
  • Misrohatun Hasanah

VIVA Tekno – Pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara diharapkan dapat mewujudkan Indonesia maju sehingga masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2045.

img_title Respons Purbaya soal OIKN Minta Tambah Anggaran 2027 Rp 15,8 Triliun

Untuk mendukung hal tersebut, pembangunan IKN menerapkan konsep keberlanjutan modern secara komprehensif, sehingga tercipta kota pintar (smart city).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kota pintar akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di IKN, dan ketika kualitas hidupnya meningkat, maka akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul.

img_title Dipastikan Aman dari Karhutla, Otorita IKN: Titik Kebakaran Terdekat Berjarak 30–40 Km

Dalam upaya mewujudkan smart city, pembangunan IKN telah meliputi 6 lapisan, yakni Smart Governance, Smart Transportation and Mobility, SMart Living, Smart Natural Resources and Technology, Smart Industry and Human Resources, Smart Built Environment and Infrastructure.

Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (IKP Kemenkominfo) Usman Kansong, pemindahan pusat pemerintahan ke IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tidak hanya memindahkan lokasi dan perangkat saja, melainkan menjadi simbol lompatan untuk transformasi Indonesia sebagai bangsa.

img_title Cegah Api Kembali Muncul, Otorita IKN Gelar Patroli di 2 Kecamatan Terdampak Karhutla

"Untuk mendukung pembangunan IKN maka akan dibangun infrastruktur digital dan telekomunikasi. Pemerintah telah menyiapkan pusat data nasional (PDN) sebagai upaya menciptakan kedaulatan digital," kata dia, dalam keterangan resminya, Minggu, 17 Maret 2024.

IKN Nusantara.

Photo :
  • VIVA.co.id/Arianti Widya

IKN Nusantara.

Photo :
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menjelaskan bahwa IKN akan menjadi kota hutan yang pintar dan lestari (smart and sustainable forest city), yang memiliki elemen hijau, berketahanan, berkelanjutan, dan inklusif.

“Ekosistem IKN dibentuk memanfaatkan teknologi. Harapannya, pembangunan kota pintar ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. IKN dibangun dengan melakukan pelestarian lingkungan dan bergandengan dengan alam,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas Institut Teknologi Bandung Suhono H Supangkat mengatakan tantangan kota baru selain membangun dari nol dan implementasi teknologi adalah membuat kota menjadi berkelanjutan (sustainable) dan tangguh (resilient), sehingga transformasi manusia harus disiapkan.

"Saya berharap pembangunan IKN bisa menjadi contoh dan penghela dalam pembangunan ibu kota-ibu kota provinsi menjadi lebih maju dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik," papar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut