Indonesia Peringkat 6 sebagai Negara yang Dibuntuti

Ilustrasi hacker cantik.
Sumber :
  • Dreams Time

VIVA Tekno – Indonesia berada di peringkat keenam negara yang terkena dampak stalkerware – software atau perangkat lunak pengawasan rahasia yang digunakan pelaku kekerasan dalam rumah tangga untuk memantau korban.

img_title Redmi 15 vs itel S26 Ultra: Baterai Jumbo atau Layar AMOLED Lengkung, Hp Mana yang Lebih Menggoda?

Hal ini berdasarkan Laporan terbaru Kaspersky State of Stalkerware 2023. Stalkerware, atau biasa disebut penguntitan digital, menyamar sebagai aplikasi anti-pencurian atau kontrol orangtua (parental control) yang sah di smartphone atau ponsel pintar, tablet, maupun komputer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah dipasang tanpa persetujuan dan pemberitahuan korban – perangkat lunak tersebut akan memberikan pelaku sarana untuk mendapatkan kendali atas kehidupan korban.

img_title Mengapa Foto Lampu LED dengan Kamera HP Bisa Bergaris? Ini Masalahnya

Kemampuan Stalkerware bervariasi tergantung pada aplikasi. Sementara itu, tiga negara paling banyak terkena dampak stalkerware di 2023.

Ketiganya secara berturut-turut adalah Rusia (9.890 pengguna), Brasil (4.186), dan India (2.492). Dilanjutkan oleh Iran (1,578), Turki (1,063), serta Indonesia (871 pengguna).

img_title Bukan Cuma Samsung dan Xiaomi, Deretan HP Baru Ini Berpotensi Mengubah Persaingan Pasar Indonesia

Pada 2023, Kaspersky mengungkapkan sebanyak 31.031 pengguna di seluruh dunia terkena dampak stalkerware, mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen tahun-ke-tahun (yoy) dari 29.312 pengguna yang terkena dampak serupa di 2022.

"Temuan ini menyoroti keseimbangan antara kedekatan sebuah hubungan dan perlindungan informasi pribadi. Sebaiknya kita meningkatkan kehati-hatian, terutama terkait data sensitif seperti kata sandi perangkat keamanan," kata Pakar Keamanan Siber dan Data pribadi Kaspersky, David Emm.

Menurutnya, ketidakinginan untuk membagikan akses penting tersebut sejalan dengan prinsip keamanan siber. Kesediaan untuk membagikan kata sandi dan foto layanan streaming menandakan adanya perubahan budaya, meskipun individu harus menyadari potensi risiko bahkan dalam berbagi informasi yang tampaknya tidak berbahaya.

Wawasan ini, lanjut David, menggarisbawahi pentingnya membina komunikasi terbuka dalam hubungan, menetapkan batasan yang jelas, dan mendorong literasi digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bagi para profesional keamanan siber, hal ini semakin memperkuat perlunya edukasi berkelanjutan mengenai praktik terbaik keamanan siber dan memberdayakan individu untuk membuat keputusan tepat mengenai berbagi informasi atau data pribadi dalam suatu hubungan," tutur dia.

Ilustrasi HP Poco C95 Pro Vs Xiaomi Redmi 17 4G

Poco C95 Pro Vs Xiaomi Redmi 17 4G, Hp Mana yang Lebih Layak Dibeli pada Akhir 2026?

Bandingkan POCO C95 Pro dan Xiaomi Redmi 17 4G dari harga Indonesia, layar 120 Hz, chipset, kamera, dan baterai 7.500 mAh untuk menentukan HP yang paling layak dibeli.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut