Berharap Starlink Bisa 'Hidupi' Daerah 3T

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong.
Sumber :
  • VIVA/Luzman Rifqi Karami

VIVA Tekno – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengharapkan penyedia layanan telekomunikasi berbasis satelit Starlink bisa melayani daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan kabel serat optik (fiber optic) di Indonesia.

img_title Dipastikan Aman dari Karhutla, Otorita IKN: Titik Kebakaran Terdekat Berjarak 30–40 Km

"Dari sisi teknologi bisa mengatasi persoalan geografis. Kan, posisinya di atas," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong di Jakarta, Rabu, 17 April 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kalau kabel serat optik kualitas bagus, tapi harganya mahal. Belum lagi wilayah geografis jika ada gangguan seperti terjadi gempa di bawah laut, maka jaringan bisa langsung terputus.

img_title Cegah Api Kembali Muncul, Otorita IKN Gelar Patroli di 2 Kecamatan Terdampak Karhutla

Hadirnya penyedia layanan telekomunikasi berbasis satelit seperti Starlink diharapkan dapat membantu upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas di daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan kabel serat optik.

Usman Kansong juga mengemukakan bahwa pemerintah berupaya menjaga kompetisi yang sehat di antara para penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia.

img_title BNPB Temukan 61 Titik Api di Kawasan IKN, 400 Hektare Lahan Terbakar

"Kita mau menata persaingan untuk meningkatkan kualitas layanan. Jadi, ya, didorong ke daerah yang susah medannya (wilayah geografis) seperti 3T," tutur dia.

Sebagai informasi, Starlink milik Elon Musk akan mulai uji coba layanan telekomunikasinya di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara pada Mei 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Starlink sudah mulai mengurus izin penggunaan teknologi VSAT dan permohonan izin sebagai penyedia layanan internet.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Respons Purbaya soal OIKN Minta Tambah Anggaran 2027 Rp 15,8 Triliun

OIKN jelaskan alokasi tercantum dalam pagu indikatif saat ini baru sebesar Rp6,7 triliun.Sehingga masih terdapat kekurangan kebutuhan anggaran sebesar Rp15,8 triliun.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut