Ada Gunung Berapi Memuntahkan Emas

Antartika.
Sumber :
  • The Atlantic

VIVA Tekno – Gunung Erebus di Antartika bikin heboh. Gunung berapi aktif ini memuntahkan debu yang mengandung emas dalam bentuk logam, bukan abu vulkanik seperti gunung berapi pada umumnya.

img_title Permintaan Emas di Indonesia Naik 40 Persen pada Kuartal II 2026

Seperti dilansir dari situs UPI.com, Selasa, 30 April 2024, Gunung Erebus merupakan gunung berapi paling aktif di Antartika yang terletak di antara dua lapisan gletser.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para ilmuwan memperkirakan bahwa setiap hari Erebus memuntahkan sekitar 80 gram emas, setara dengan US$6 ribu (Rp97,4 juta).

img_title Harga Emas Antam Turun Lagi Hari Ini 21 Oktober 2026, 1 Gram Kini Dibanderol Rp2,55 Juta

Meskipun tergolong kecil, jumlah ini cukup signifikan dan menjadikan Erebus satu-satunya gunung berapi di dunia yang mengeluarkan emas dalam bentuk logam murni.

Erupsi Erebus yang menghasilkan emas menjadi daya tarik tersendiri bagi para ilmuwan. Gunung yang populer di kalangan pendaki dan wisatawan tersebut memiliki ketinggian 3.794 meter.

img_title Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000 Jadi Rp2,56 Juta per Gram

Sekitar 80 gram emas dimuntahkan setiap hari melalui letusan gelembung gas, sementara emas telah terdeteksi hingga sekitar 900 kilometer dari gunung berapi, menurut ilmuwan Antartika.

Erebus adalah salah satu dari tiga gunung berapi yang membentuk Pulau Ross. Seperti diketahui, gunung berapi tersebut pernah meletus pada 1841 selama pelayaran Kapten James Clark Ross yang melakukan survei magnetik di Arktik dan Antartika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, para ilmuwan terus meneliti proses geologi di balik fenomena unik ini, dengan harapan dapat lebih memahami pembentukan emas di perut Bumi dan potensi sumber daya alam di masa depan.

Ilustrasi Emas.

Harga Emas Antam Kamis 22 Oktober Turun Rp 4.000, Satu Gram Jadi Rp 2,550 Juta

Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, di Jakarta, Kamis, pukul 09.19 WIB mengalami penurunan Rp4.000 menjadi Rp2.550.000 dari semula Rp2.554.000 per gram

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut