Ilmuwan Penasaran sama Sinyal dari Luar Angkasa
- CHIM/MIT
Ilustrasi satelit.
- Pixabay
Objek misterius ini juga memiliki tiga keadaan emisi yang berbeda, masing-masing dengan sifat yang sepenuhnya berbeda satu sama lain. Ada sinyal radio yang kuat yang berlangsung antara 10 hingga 50 detik, kemudian keadaan yang lebih lemah di mana ia memancarkan sinyal 26 kali lebih redup yang berlangsung hanya sepertiga detik, dan akhirnya keadaan diam.
Selama periode delapan bulan, para peneliti memperhatikan bahwa keadaan emisi aktif terus berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin ada perubahan fisik di area yang menghasilkan emisi tersebut.
Jika sinyal ini bukan berasal dari bintang neutron, para peneliti berpikir itu mungkin berasal dari bintang katai putih yang sangat magnetis. Namun, ini juga menimbulkan teka-teki: jika katai putih tersebut sangat magnetis, para astronom seharusnya sudah mendeteksi yang lain seperti itu di dekatnya. Namun sejauh ini, belum ada yang terdeteksi.
Penelitian lebih lanjut tentang objek ini mungkin akan mendorong kita untuk mempertimbangkan kembali pemahaman kita selama puluhan tahun tentang bintang neutron atau katai putih, bagaimana mereka memancarkan gelombang radio, dan seperti apa populasi mereka di galaksi Bima Sakti kita.