Metode Phishing Terbaru yang Mampu Bobol 2FA Terungkap

Ilustrasi teknik phishing.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Tekno – Kaspersky, perusahaan keamanan terkemuka, telah mengungkap evolusi teknik phishing yang semakin canggih.

img_title Harus Makin Waspada! 5 Hal Ini Justru Jadi Incaran Penipu dari Pengguna Dompet Digital

Teknik tersebut biasanya digunakan oleh penjahat siber untuk menghindari otentikasi dua faktor (2FA), sebuah langkah keamanan kunci yang dirancang untuk melindungi akun online. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walaupun 2FA telah diadopsi secara luas oleh banyak situs web dan diwajibkan oleh banyak organisasi, penyerang telah mengembangkan metode canggih yang menggabungkan phishing dengan bot OTP (One-Time Password) otomatis untuk menipu pengguna dan mendapatkan akses yang tidak sah ke akun mereka.

img_title Wamen P2MI Bongkar Modus Penipuan Pekerja Migran, 7.908 Iklan Lowongan Kerja Fiktif Ditutup

Ilustrasi cek nomor tak dikenal di smartphone / main HP.

Photo :
  • TechnoPixel

2FA adalah fitur keamanan yang telah menjadi standar dalam dunia online. Fitur ini mengharuskan pengguna untuk memverifikasi identitas mereka menggunakan metode kedua, biasanya berupa kata sandi satu kali (OTP) yang dikirimkan melalui pesan teks, email, atau aplikasi otentikasi. 

img_title Hati-hati! Penipuan Berkedok Loker di Jaksel, Korban Rugi Jutaan Rupiah

Fitur ini ditujukan untuk melindungi akun pengguna bahkan jika kata sandi mereka telah diretas. Namun, penipu telah menemukan cara untuk memperdaya pengguna agar memberikan OTP tersebut, sehingga memungkinkan mereka melewati lapisan keamanan 2FA.

Bot OTP adalah alat yang digunakan oleh penipu untuk mencuri OTP melalui rekayasa sosial. Penyerang biasanya mencoba untuk mendapatkan kredensial login pengguna melalui phishing atau kebocoran data, kemudian mereka login ke akun tersebut untuk memicu pengiriman OTP ke ponsel pengguna. 

Ilustrasi Teknik Phishing

Photo :
  • Istimewa

Setelah itu, bot OTP akan menelepon pengguna dan berpura-pura menjadi perwakilan dari organisasi yang sah, menggunakan dialog yang telah diprogram sebelumnya untuk membujuk korban agar memberikan OTP tersebut. Akhirnya, penyerang akan menerima OTP melalui bot dan menggunakannya untuk mendapatkan akses ke akun korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penipu lebih memilih panggilan telepon daripada pesan karena panggilan tersebut meningkatkan kemungkinan korban merespons dengan cepat. Bot dapat meniru nada dan urgensi panggilan yang sah, sehingga membuatnya lebih meyakinkan. Penipu mengelola bot OTP melalui panel online khusus atau platform pengiriman pesan seperti Telegram. 

Bot ini memiliki berbagai fitur dan paket berlangganan, dan dapat disesuaikan untuk meniru organisasi yang berbeda, menggunakan berbagai bahasa, dan bahkan memilih antara suara laki-laki dan perempuan. Fitur lanjutan termasuk spoofing nomor telepon, yang membuat ID penelepon tampak berasal dari organisasi yang sah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut