5G di Indonesia Masih Banyak Kendala

Teknologi 5G.
Sumber :
  • China Daily

Jakarta, VIVA – Direktur Pengembangan Pita Lebar Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Marvels Parsaoran Situmorang mengungkapkan sejumlah tantangan dalam perluasan cakupan jaringan 5G di Indonesia.

img_title Basuki: Karhutla di Kalimantan Tak Ganggu Proyek Pembangunan IKN

"Itu soal supply and demand," katanya di Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marvels mengatakan salah satu alasan lambatnya cakupan 5G di Indonesia adalah kurangnya permintaan untuk kasus pemanfaatan (use-cases) tertentu. Dalam dunia bisnis seperti operator telekomunikasi, adanya permintaan yang nyata menjadi faktor kunci.

img_title Otorita IKN Bangun 8 Tower Hunian ASN

Ia mencontohkan, salah satu kasus pemanfaatan potensial untuk jaringan 5G adalah kendaraan otonom di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara. Bus tersebut beroperasi di jaringan 5G dengan bantuan sensor-sensor.

Namun, infrastruktur pendukung seperti backhaul yang andal masih belum mencukupi. Teknologi sensor tersebut memerlukan latensi rendah dan kualitas tinggi yang hanya dapat dicapai dengan menggunakan serat optik, bukan microwave.

img_title Respons Purbaya soal OIKN Minta Tambah Anggaran 2027 Rp 15,8 Triliun

"Karena sensor-sensor itu harus terhubung oleh backhaul yang andal. Tidak boleh lagi pakai microwave, harus fiber di bawah itu. Jadi, karena latensinya harus kecil dan sarat dengan kualitas. Ini juga menjadi faktor penyebab," ucapnya.

Merujuk data yang dipaparkan Marvels, cakupan pemukiman bersinyal 5G di Indonesia baru sebesar 2,5 persen dengan jumlah site sebanyak 376 site.

Sebagai perbandingan, cakupan pemukiman bersinyal 4G saat ini mencapai 96,84 persen dengan jumlah site sebanyak 442.210 site.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menjelaskan penyebab masih belum optimalnya kualitas internet di Indonesia.

Salah satunya masih banyak backhaul yang menggunakan microwave link daripada serat optik. Hal ini menyebabkan keterbatasan dalam kecepatan dan stabilitas koneksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau semua BTS (base transceiver station) atau yang lebih kecil lagi, tidak BTS, tapi yang di atas-atas gedung segala macam itu ke pusat pengendali atau ke switching-nya sudah pakai fiber, mungkin bisa lebih cepat (penetrasi 5G-nya)," tegas dia.

Berdasarkan data per Desember 2023, kecepatan internet mobile Indonesia hanya mencapai 24,96 Mbps, sedangkan untuk jaringan fixed broadband 27,87 Mbps.

Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara

Megaproyek IKN Dapat Suntikan Rp4 Triliun, Investor China dan Korea Selatan Masuk

Investasi swasta Rp4 triliun untuk apartemen dan perkantoran masuk IKN. Proyek berasal dari perusahaan China dan Korea Selatan, di tengah pembangunan fasilitas pemerintah

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut