Wawancara dengan CEO UC Mobile Yo Yungfu
- uc.cn
VIVAnews - Berbicara tentang browser ponsel, pasti orang langsung akan mengasosiasikannya dengan Opera Mini, Safari, Bolt, SkyFire, atau bahkan browser besutan Mozilla: Fennec. Tapi ternyata China punya browser yang selama ini tak terlalu terpantau oleh radar, yakni peramban mobile bernama UC Mobile. Padahal, jumlah pengguna browser ini jauh lebih besar daripada browser-browser pesaing.
Bila dalam laporan The State of Mobile Web terbarunya Opera Software mengklaim memiliki sekitar 62,3 juta pengguna Opera Mini di seluruh dunia, UC Mobile mengklaim memiliki lebih dari 100 juta basis pelanggan di 145 negara. Yang terbanyak tentunya adalah pengguna dari negeri mereka sendiri. Di China, UC Mobile adalah penguasa mobile browser dengan 80 persen pangsa pasar.
Di Hotel Nikko Jakarta, Kamis 26 Agustus 2010 lalu, UC Mobile mengumumkan langkah mereka masuk ke pasar Indonesia dan secara resmi merilis versi browser berbahasa Indonesia mereka. Tak main-main, target kehadiran mereka di sini adalah mematahkan dominasi Opera Mini yang memang sudah sangat populer di hati para pengguna Internet mobile Indonesia.
Jumat 28 Agustus lalu, tim peramban UC Mobile yang terdiri dari CEO Yu Yongfu, Senior Product Manager Duan Wei, dan Perwakilan UC Mobile Indonesia Andy Zain, menyambangi markas VIVAnews di Menara Standard Chartered Lt 31 Jakarta Selatan. Â
Kepada tim VIVAnews, mereka menceritakan rencana strategi mereka mengalahkan Opera Mini dan menguasai pangsa pasar peramban mobile di sini. Mulai dari rencana mereka membangun tim lokal, menyediakan nilai lebih yang mereka tawarkan, hingga rencana membangun server di Indonesia. Berikut, petikan wawancara menarik dengan tim UC Mobile.
Apa yang melatar belakangi Anda untuk masuk ke Indonesia? Â
Yu Yongfu (YY): Kami saat ini sudah memasuki 145 negara. Kenapa kami ingin mulai masuk ke Indonesia, karena dalam urutan populasi atau jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat. Selain itu dari sisi karakter dan sifat pengguna  internet, Indonesia memiliki kemiripan dengan China. Salah satunya adalah China dan Indonesia sama-sama memiliki jumlah pengguna internet mobile yang besar.Â