NASA Akan Hancurkan Stasiun Luar Angkasa

Astronot bekerja di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Sumber :
  • SpaceNews

Jakarta, VIVA – NASA merencanakan langkah besar dalam sejarah antariksa yang ingin menghancurkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

img_title Peta NASA Masih Merah, Karbon Monoksida Terdeteksi Membentang di Langit Indonesia

ISS yang selama lebih dari dua dekade telah menjadi rumah bagi para astronot dari berbagai negara dan menjadi pusat ribuan eksperimen ilmiah akan ditarik kembali ke Bumi dan dihancurkan setelah masa operasionalnya berakhir pada 2030.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menjalankan misi ini, NASA telah memberi kontrak kepada SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, senilai hingga US$843 juta atau sekitar Rp13 triliun, seperti dilansir dari laman Space.com.

img_title Margaret Hamilton Wafat di Usia 90 Tahun, Kenang Lagi Kisahnya di Balik Keberhasilan NASA Mendaratkan Manusia ke Bulan

SpaceX akan membuat kendaraan khusus yang dirancang untuk menarik ISS keluar dari orbit dan menurunkannya kembali ke Bumi dengan aman.

ISS yang seukuran lapangan sepak bola akan meluncur melalui atmosfer Bumi dengan kecepatan lebih dari 27.500 km/jam sebelum akhirnya mendarat di lautan.

img_title Erupsi Anak Krakatau Terekam NASA, Begini Penampakan dari Angkasa

Stasiun Luar Angkasa Mir milik Uni Soviet, sekarang Rusia.

Photo :
  • The Conversation

Mengapa NASA berencana untuk menghancurkan ISS? Ada beberapa alasan penting di balik keputusan ini.

Pertama, ISS sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Dibangun pada 1998, stasiun luar angkasa ini telah mengalami berbagai masalah teknis dan kebocoran, yang membuatnya semakin sulit untuk dipertahankan.

Selain itu, kontrak antara lima badan antariksa yang terlibat dalam pengoperasian ISS (AS, Rusia, Jepang, Kanada, dan Eropa) akan berakhir pada 2030, menandai akhir era kerja sama global ini.

Sampah antariksa juga menjadi ancaman serius bagi ISS. Puing-puing dari satelit yang tidak berfungsi, yang berputar-putar di orbit dengan kecepatan tinggi, telah beberapa kali mengancam keselamatan stasiun ini.

Pada Juni 2024, sembilan astronot di ISS bahkan terpaksa berlindung di dalam kapsul Boeing Starliner yang berlabuh setelah puing-puing dari satelit Rusia yang hancur mendekati stasiun tersebut.

Astronot bekerja di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Photo :
  • SpaceNews

Namun, NASA menekankan bahwa deorbit ISS bukan berarti mengakhiri eksplorasi di orbit rendah Bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaliknya, NASA melihat ini sebagai langkah untuk membuka jalan bagi stasiun luar angkasa komersial baru yang akan menggantikan ISS.

Beberapa perusahaan, seperti Axiom Space dan Blue Origin, sudah merencanakan pembangunan stasiun luar angkasa baru yang diharapkan akan siap beroperasi sebelum dekade ini berakhir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut