Sisi Negatif AI

Hacker/Intelijen siber.
Sumber :
  • Dok. Kaspersky

"Hanya 7 persen dari kata sandi tersebut yang cukup kuat untuk menahan serangan jangka panjang," jelasnya.

img_title Kolaborasi Perusahaan AI dan Platform Streaming Bakal Perkuat Konten hingga Ekosistem Digital

Rekayasa sosial dengan AI

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AI juga dapat digunakan untuk rekayasa sosial guna menghasilkan konten yang tampak masuk akal, termasuk teks, gambar, audio, dan video.

img_title Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Pelaku ancaman siber dapat menggunakan model bahasa besar seperti ChatGPT-4o untuk menghasilkan teks penipuan, seperti pesan phishing yang canggih.

Phishing yang dihasilkan AI dapat mengatasi kendala bahasa dan membuat email yang dipersonalisasi berdasarkan informasi media sosial pengguna.

img_title Jangan Hanya Lihat RAM dan Kamera, Prosesor HP Lipat Juga Wajib Diperhatikan

Bahkan dapat meniru gaya penulisan individu tertentu, sehingga serangan phishing berpotensi lebih sulit dideteksi.

Deepfake menghadirkan tantangan keamanan siber lainnya. Apa yang dulunya hanya penelitian ilmiah kini telah menjadi masalah yang meluas. Penjahat siber telah menipu banyak orang dengan penipuan peniruan identitas selebriti, yang menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.

Deepfake juga digunakan untuk mencuri akun pengguna dan mengirim audio permintaan uang menggunakan suara pemilik akun kepada teman dan kerabat.

Penipuan asmara yang canggih melibatkan penjahat siber yang membuat persona palsu dan berkomunikasi dengan korban di situs kencan.

Salah satu serangan paling rumit terjadi pada bulan Februari di Hong Kong, di mana penipu mensimulasikan panggilan konferensi video menggunakan deepfake untuk menyamar sebagai eksekutif perusahaan, meyakinkan seorang pekerja keuangan untuk mentransfer sekitar US$25 juta.

Kerentanan AI

Selain menggunakan AI untuk tujuan yang merugikan, penyerang juga dapat menyerang algoritma AI itu sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan siber ini meliputi:

1.    Serangan injeksi cepat pada model bahasa besar, di mana penyerang membuat permintaan yang melewati batasan perintah sebelumnya.
2.    Serangan adversarial pada algoritme pembelajaran mesin, di mana informasi tersembunyi dalam gambar atau audio dapat membingungkan AI dan menghasilkan keputusan yang salah.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ketika AI Ambil Alih Pekerjaan Rumit

AI tidak hanya diberi akses terhadap data, tetapi juga konteks, aturan, kewenangan, dan juga proses yang diperlukan untuk mengambil tindakan secara tepat.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut