Manusia Bisa Berwisata ke Mars
- Tech Explorist
4. Kutub Utara dan Selatan Mars
Mars memiliki dua wilayah es di kutubnya yang memiliki komposisi sedikit berbeda. Kutub utara Mars telah dipelajari secara dekat oleh pendarat Phoenix pada tahun 2008, sedangkan pengamatan di kutub selatan dilakukan oleh pengorbit. Selama musim dingin, suhu di dekat kedua kutub ini sangat dingin sehingga karbon dioksida di atmosfer membeku menjadi es di permukaan.
Pada musim panas, proses ini berbalik, di mana karbon dioksida kembali ke atmosfer. Di belahan utara, karbon dioksida ini menghilang sepenuhnya, meninggalkan lapisan es air. Namun, sebagian es karbon dioksida tetap berada di atmosfer selatan. Gerakan es ini memiliki dampak besar pada iklim Mars, menghasilkan angin dan efek lainnya.
5. Kawah Gale dan Gunung Sharp (Aeolis Mons)
Kawah Gale menjadi terkenal setelah penjelajah Curiosity mendarat di sana pada tahun 2012. Kawah ini menunjukkan bukti kuat adanya air di masa lalu. Curiosity menemukan bekas aliran sungai hanya beberapa minggu setelah mendarat, dan menemukan lebih banyak bukti air sepanjang perjalanannya di lantai kawah. Curiosity kini sedang mendaki gunung Sharp di dekatnya dan mempelajari fitur geologi di setiap lapisannya.
Penemuan yang paling menarik dari Curiosity adalah molekul organik kompleks di wilayah ini, yang ditemukan di dalam batuan berusia 3,5 miliar tahun. Penemuan ini bersamaan dengan perubahan konsentrasi metana di atmosfer Mars yang berubah-ubah sesuai musim, yang bisa saja dihasilkan oleh mikroba atau fenomena geologis. Hal ini menambah misteri apakah Mars pernah memiliki kehidupan.