Bank Digital vs Bank Konvensional, Apa Bedanya?

Perbedaan bank digital dan bank konvensional.
Sumber :
  • Freepik/gstudioimagen

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah wajah industri perbankan.

img_title Bentuk Dana Cadangan, Pramono Pastikan DKI Tetap Pegang Kendali Bank Jakarta Meski IPO

Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang cepat dan efisien, bank digital mulai muncul sebagai alternatif yang kuat dibandingkan dengan bank konvensional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski keduanya bergerak di sektor yang sama, ada beberapa perbedaan mendasar yang membuat bank digital dan bank konvensional memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri.

img_title OJK Catat Total Penyaluran Kredit Bank per Agustus 2026 Tumbuh 13,65%, Capai Rp9.178 Triliun

Kemajuan teknologi mendorong perbankan untuk melakukan transformasi menuju layanan digital. Indonesia, dengan potensi demografis dan ekonomi digital yang besar, menjadi salah satu negara yang cepat menyerap arus digitalisasi.

Kehadiran teknologi digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, dari cara konvensional menuju cara yang lebih modern melalui perangkat elektronik.

img_title Bank Aladin Syariah Bukukan Laba Bersih Rp38,3 Miliar hingga Kuartal II-2026

Bank digital muncul sebagai jawaban atas kebutuhan ini, dengan menawarkan kemudahan akses dan layanan yang sepenuhnya online.

Perbedaan Bank Digital dan Bank Konvensional

ilustrasi bank digital

Photo :
  • Freepik/redgreystock

Bank digital dan bank konvensional memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama dalam hal layanan dan struktur operasionalnya.

Bank digital, seperti namanya, beroperasi sepenuhnya secara online. Mulai dari pembukaan rekening, transfer, hingga penutupan akun, semuanya dapat dilakukan melalui smartphone atau perangkat elektronik lainnya tanpa perlu ke kantor fisik.

Bank digital biasanya tidak memiliki kantor cabang, atau hanya memiliki kantor pusat sebagai representasi fisik, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 12 Tahun 2021.

Sebaliknya, bank konvensional masih bergantung pada kehadiran fisik dengan jaringan kantor cabang yang luas.

Meskipun bank konvensional juga menawarkan layanan digital seperti mobile banking dan internet banking, namun tidak semua layanan dapat dilakukan secara online.

Nasabah bank konvensional sering kali masih perlu datang ke kantor cabang untuk menyelesaikan beberapa transaksi, seperti pengambilan kartu debit baru atau pembukaan rekening tertentu.

Manfaat dan Tantangan Transformasi Digital dalam Perbankan

Ilustrasi bank digital.

Photo :
  • Pixabay/kreatikar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Transformasi digital di sektor perbankan membawa dampak positif yang signifikan. Pertama, akses terhadap layanan perbankan menjadi lebih luas.

Bank digital memungkinkan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil, untuk menikmati layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut