Tips Menjalin Hubungan di Era Digital
- NAB Pilot
2. Saat aplikasi memata-matai Anda: ancaman stalkerware
Stalkerware adalah perangkat lunak yang secara diam-diam melacak lokasi, pesan, dan aktivitas harian seseorang, yang sering kali disamarkan sebagai alat antipencurian atau kontrol orangtua tetapi digunakan untuk tujuan berbahaya.
Pada 2023, lebih dari 31.000 kasus stalkerware teridentifikasi secara global — meningkat 6 persen dari tahun sebelumnya.
Negara-negara yang paling terdampak termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris. Banyak korban tidak menyadari bahwa mereka sedang dipantau karena sifat aplikasi ini yang tersembunyi.
Selain stalkerware, alat seperti pelacakan GPS dan media sosial juga disalahgunakan, dengan 34 persen orang mengaku memeriksa profil teman kencan mereka sebagai "proses uji tuntas".
Cara melindungi diri sendiri:
•   Waspada: cari tanda-tanda stalkerware di perangkat Anda, seperti baterai yang terkuras secara tidak biasa, aplikasi yang tidak Anda kenali, atau perubahan izin yang tiba-tiba.Â
•   Hindari mengutak-atik stalkerware: jika Anda yakin stalkerware ada di perangkat Anda, jangan mencoba menghapus atau menonaktifkannya sendiri. Hal ini dapat memberi tahu pelaku atau menghapus bukti penting yang dapat digunakan dalam tindakan hukum. Sebaliknya, hubungi organisasi pendukung setempat atau konsultasikan dengan Coalition Against Stalkerware untuk mendapatkan bantuan ahli.
•   Perbarui pengaturan privasi Anda: tinjau izin aplikasi secara berkala dan sesuaikan pengaturan privasi untuk meminimalkan risiko pemantauan.
3. Ancaman Deepfake: saat apa yang Anda lihat tidak nyata
Deepfake menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat gambar, video, dan bahkan rekaman audio palsu yang sangat realistis.
Dulu dianggap sebagai trik berkualitas rendah dan mudah dikenali, deepfake kini telah berevolusi menjadi sangat meyakinkan.
Alat sumber terbuka telah memudahkan siapa pun dengan keterampilan teknologi dasar untuk membuat deepfake, menjadikan teknologi ini semakin menjadi perhatian dalam hubungan online.
Sementara deepfake selebritas adalah yang pertama kali menarik perhatian publik, orang-orang biasa kini menjadi korban teknologi ini.
Dalam konteks sebuah hubungan romantis, deepfake dapat digunakan untuk membuat gambar atau video palsu yang membahayakan.
Materi ini kemudian digunakan untuk pemerasan, dengan pelaku mengancam akan merilis konten tersebut kecuali tuntutan mereka dipenuhi.