Indonesia Berada di Persimpangan Penting dalam Transformasi Digital

Transformasi digital.
Sumber :
  • Unsplash

Jakarta, VIVA – Indonesia secara resmi menjadi negara pertama di Asia Tenggara (ASEAN) yang menyelesaikan Penilaian Kesiapan Kecerdasan Buatan (artificial intelligence/AI) melalui Readiness Assessment Methodology (RAM) yang dikembangkan UNESCO.

img_title Mangrove Karawang Ditanam Lagi, Kolaborasi Pemda dan Swasta Jadi Kunci Jaga Pesisir

Direktur dan Perwakilan UNESCO Jakarta Maki Katsuno-Hayashikawa menyampaikan apresiasi atas langkah signifikan Indonesia menyiapkan diri untuk pengembangan AI di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami sangat menghargai dedikasi Kemenkominfo, pakar AI nasional, serta pemerintah daerah dan komunitas lokal dalam menyukseskan inisiatif ini,” katanya di Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2024.

img_title UNESCO Peringatkan Tsunami Besar di Mediterania, Probabilitas Capai Hampir 100 Persen

Laporan RAM-AI Indonesia yang diberikan UNESCO menyoroti beberapa area penting, termasuk dampak sosial dan ekonomi yang diakibatkan teknologi AI.

Kekhawatiran utama muncul terkait pergeseran lapangan kerja, terutama di daerah pedesaan, sementara masyarakat perkotaan menekankan adopsi AI yang etis dan bertanggung jawab.

img_title Jembatan Budaya Boyong Grup Kolintang Rhythm of Minahasa dalam Misi UNESCO di Paris

Laporan ini juga menyoroti kesenjangan dalam akses informasi yang dapat memperkuat potensi bias dan diskriminasi, serta merangkum catatan bahwa penelitian AI di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga, menghambat perkembangan teknologi di Indonesia.

Selain itu, terdapat rekomendasi di dalam laporan ini yang menyarankan pengembangan regulasi perlu memastikan Tata Kelola AI yang beretika sesuai dengan standard global.

Pembentukan Badan Nasional Kecerdasan Artifisial untuk memperkuat koordinasi lintas sektor juga diperlukan untuk membuat Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya.

Selain itu, laporan ini juga menekankan arti penting pengembangan kapasitas terutama terkait kesetaraan akses pendidikan dan infrastruktur AI.

Secara khusus, laporan ini juga merekomendasikan agar pemanfaatan AI bisa terjadi secara inklusif dengan pelibatan peneliti dan startup di luar Pulau Jawa.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menyampaikan bahwa hasil penilaian itu memberikan peta jalan bagi pengembangan kebijakan AI yang tepat di Indonesia serta dapat menjadi pedoman bagi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat ini, Indonesia berada di persimpangan penting dalam transformasi digital. Laporan penilaian kesiapan AI ini memberikan wawasan mendalam tentang kesiapan Indonesia di berbagai dimensi,” kata dia.

Nezar Patria mengatakan hasil penilaian RAM-AI dari UNESCO untuk Indonesia memberikan peluang baru untuk pemerintah dapat memberdayakan masyarakat dengan lebih baik lagi dalam hal pengembangan AI.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut