Konektivitas Internet Merata, Jurnalisme Tertata

Ilustrasi berselancar internet dari smartphone.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Jakarta, VIVA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) akan memprioritaskan penyelesaian 542 base transceiver station atau BTS 4G yang berada di daerah dengan medan sulit seperti Papua.

img_title Pemerintah Putus Akses 7.908 Loker Luar Negeri Fiktif, Tak Ada Celah untuk Penipu

"Ada 542 BTS yang menjadi prioritas untuk penyelesaian, di antaranya adalah di Papua yang memang medannya berat," ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Rabu, 6 November 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan dalam upaya untuk mengatasi tantangan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan TNI guna memetakan kesiapan akses ke wilayah-wilayah tersebut.

img_title Aturan Baru Menkomdigi Resmi Terbit, Operator Dilarang Hanguskan Sisa Kuota Internet!

Dalam kesempatan itu, Meutya Hafid turut menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan penggelaran infrastruktur dan penyediaan layanan sinyal 4G yang merata bersama penyelenggara seluler di wilayah non 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dengan target sebanyak 65 desa.

Hingga kini, Indonesia telah mencapai 97 persen konektivitas, tetapi masih terdapat tantangan dalam hal kualitas sinyal.

img_title Respons Menkomdigi soal Warga Mentawai Terjerat Hukum karena Jual Layanan Internet Starlink

Menurutnya, masih ada wilayah menggunakan jaringan 2G, yang berdampak pada lambatnya koneksi internet.

Oleh karena itu, dalam prioritas jangka pendek, Menkomdigi akan meningkatkan kapasitas jaringan agar layanan internet tidak hanya lebih luas, tetapi juga lebih cepat di seluruh wilayah.

"Prioritas jangka pendek kita adalah meningkatkan kapasitas sehingga di beberapa daerah koneksi internetnya juga bisa lebih cepat. Tidak hanya luas tapi juga lebih cepat," jelasnya.

Kemenkomdigi telah menyelesaikan pembangunan 5.321 BTS 4G dari total 5.618 BTS yang ditargetkan dibangun Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di daerah 3T.

Ilustrasi Jurnalisme yang dipengaruhi jagat digital.

Photo :
  • vstory

Ilustrasi Jurnalisme yang dipengaruhi jagat digital.

Photo :
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai tren penurunan industri media nasional merupakan dampak nyata dari disrupsi teknologi.

"Hampir setiap tahun kita membahas tentang tren penurunan industri media nasional. Ini dampak yang sangat nyata dari disrupsi teknologi yang menerpa industri media," papar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, disrupsi teknologi digital menjadi pemicu keberlangsungan media. Wamenkomdigi menilai, keberadaan hampir 4.000 media online menekan populasi media cetak dan radio hingga makin mengecil.

Nezar Patria menyatakan hal ini juga berlangsung secara global, sehingga memicu inisiatif untuk menjaga kualitas jurnalisme dengan model seperti National Fund for Journalism di Amerika Serikat (AS).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut