Memanfaatkan Aplikasi Kesehatan Digital untuk Penyakit Ginjal

Ilustrasi ginjal.
Sumber :
  • times of india

Jakarta, VIVA – Fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah dalam tubuh. Saat ginjal mengalami kerusakan secara struktural maupun fungsional, maka fungsinya pun akan mengalami penurunan. Kondisi inilah yang merujuk pada penyakit ginjal kronis.

img_title Kaki Bengkak, Benarkah Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung?

Penyakit ginjal kronis ini ditandai dengan kondisi yang progresif atau semakin lama semakin memburuk meskipun telah mengonsumsi obat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika tidak ditangani, penyakit ginjal kronis dapat menjadi gagal ginjal. Pada tahap awal penyakit ini sering kali tidak memiliki gejala.

img_title Penyakit Ginjal Sudah Ditemukan pada Usia 15 Tahun, Cek 7 Tanda yang Tak Boleh Diabaikan!

Seseorang merasakan sakit biasanya setelah berada pada tahap lanjut, yaitu stadium empat atau stadium lima.

Pada stadium ini, pasien memerlukan cuci darah atau bahkan transplantasi ginjal yang tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

img_title Benarkah Gatal-gatal Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal? Kenali Ciri dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh ClinicoEconomics and Outcomes Research menyatakan bahwa pembiayaan penyakit ginjal kronis menduduki peringkat ke-2 dalam BPJS Kesehatan sebagai pembiayaan tertinggi.

Dengan kata lain, menghabiskan anggaran sekitar Rp1,9 triliun lebih sebagaimana dikutip dari situs web Kementerian Kesehatan Sehat Negeriku.

Sebuah penelitian di enam rumah sakit di Indonesia selama 14 bulan (Oktober 2019—Desember 2020) dengan 582 sampel menunjukkan biaya pengobatan ginjal kronis sebesar Rp840.132.546 untuk hemodialisis, Rp423.156.000 untuk tindakan berat, dan Rp792.155.000 untuk jasa penelitian.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi penyakit ginjal kronis berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 15 Tahun adalah 0,18 persen.

Menurut data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dalam laporan Global Burden of Disease (GBD) 2019, penyakit ginjal kronis termasuk dalam 10 besar penyakit dengan kematian tertinggi di Indonesia.

Angka kematian akibat penyakit ini mencapai lebih dari 42 ribu jiwa setiap tahunnya, dan prevalensinya di Indonesia terus meningkat, dengan lebih dari 700 ribu orang terdiagnosis menderita kondisi ini. Biaya pengobatan ginjal kronis yang mahal ini juga terlihat dari sebuah studi di negara-negara Asia yang dipublikasikan di SpringerLink.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rata-rata pengobatan per pasien per tahun sebesar US$23.358 untuk hemodialisis dan 4.977 dolar AS untuk pengelolaan penyakit.

Penyakit ini memang tidak memiliki gejala yang signifikan pada tahap awal penyakit (silent disease).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut