AI, Anugerah atau Neraka bagi Dunia Bisnis

Ilustrasi kegiatan manusia diawasi kecerdasan buatan (AI).
Sumber :
  • IT PRO

Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mengubah berbagai industri di seluruh dunia.

img_title Pemerintah Tingkatkan Keamanan Ekosistem Digital RI demi Hadapi Era Post-Quantum Cryptography

Meskipun menciptakan landasan bagi inovasi dan efisiensi yang lebih tinggi, namun AI juga menghadirkan peluang baru bagi para penjahat dunia maya (hacker).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari mengotomatiskan serangan hingga mengakali sistem yang sangat aman, AI tidak diragukan lagi merupakan senjata ampuh bagi para peretas (hacker) dan berpotensi menciptakan skenario yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi perusahaan.

img_title Trump Larang Penggunaan Istilah AI, Diganti Jadi Super Intelligence

Studi Kaspersky baru-baru ini, yang dilakukan di antara para profesional InfoSec dari perusahaan menengah dan besar di seluruh dunia, mengungkapkan bahwa 46 persen responden meyakini bahwa sebagian besar serangan dunia maya yang dialami oleh organisasi mereka dalam 12 bulan terakhir menggunakan teknologi AI dalam beberapa cara.

Kecerdasan buatan memberdayakan para hacker untuk menyerang target mereka dengan kecepatan dan ketepatan yang lebih tinggi.

img_title Microsoft Tawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela ke 60.000 Karyawan, Gara-gara Mau Diganti AI?

Salah satu transformasi yang paling signifikan adalah cara AI merevolusi kampanye phishing dan rekayasa sosial otomatis.

Dengan menggunakan alat AI, peretas kini dapat menganalisis data karyawan secara mendalam, mempelajari posisi mereka di perusahaan, pola perilaku dalam komunikasi, dan mengungkap aktivitas media sosial mereka untuk menciptakan taktik rekayasa sosial yang sangat personal dan kredibel.

Hal yang mengkhawatirkan, AI juga digunakan oleh penjahat dunia maya untuk menghasilkan konten audio dan video deepfake, meniru suara dan rupa CEO atau eksekutif lain dalam penipuan.

Selain itu, AI juga membantu penyerang melewati mekanisme keamanan tradisional. Dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin (machine learning/ML), penyerang dapat menguji semua kemungkinan varian serangan secara real time, yang memberi mereka cara lebih efektif untuk menghindari perangkat lunak keamanan dan deteksi firewall.

Munculnya serangan siber yang didukung AI berarti semua jenis dan ukuran bisnis kini menghadapi peningkatan risiko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, beberapa bisnis mungkin tidak dianggap sebagai target potensial, tetapi AI kini memberdayakan penyerang untuk meningkatkan skala operasi mereka lebih jauh.

Penjahat dunia maya dapat menyerang ribuan perusahaan secara bersamaan dengan upaya minimal. Serangan siber kini dapat digunakan secara lebih efektif sambil menyembunyikan jejak asal tindakan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut