Anak-anak Harus Dibatasi Main Medsos

Ilustrasi detoks media sosial (medsos).
Sumber :
  • www.freepik.com/free-photo

Jakarta, VIVA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengemukakan bahwa aturan pembatasan penggunaan media sosial (medsos) dibutuhkan untuk melindungi anak-anak dari risiko paparan konten negatif di ruang digital.

img_title Media Sosial TikTok Blokir Jutaan Akun Gegara Ini

"Keamanan dan perlindungan anak di dunia digital sangat penting," katanya di Jakarta, Kamis, 30 Januari 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena ancaman kejahatan terhadap anak di dunia maya sekarang semakin kompleks, pemerintah menyiapkan regulasi untuk meningkatkan perlindungan anak di ruang digital.​​​​​​​

img_title 15 Ucapan dan Caption Kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Cocok untuk Media Sosial

Menkomdigi mengatakan bahwa aturan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak akan disusun mengacu pada undang-undang tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

"Kami sedang memanfaatkan Undang-Undang ITE yang sudah ada untuk membuat peraturan pemerintah sebagai turunan. Mengenai pembatasan media sosial untuk anak-anak, itu masih kita kaji lebih lanjut dalam rancangan peraturan pemerintah atau mungkin undang-undang baru yang juga sedang dibahas," ungkap Meutya Hafid.

img_title Qodari Tegur Pejabat Bakom yang Pamer Gaya Hidup Mewah di Medsos: Saya Minta Maaf

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) saat ini masih menghimpun masukan dari pihak-pihak terkait mengenai penyusunan rancangan peraturan penggunaan media sosial (medsos) bagi anak.​​​​​​​

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan bahwa pemerintah antara lain akan meminta masukan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kelompok pendidik, para orangtua, dan pemerhati anak mengenai penyiapan rancangan peraturan tersebut.

"Kami akan menerima semua masukan dengan hati-hati dan bijak, karena ini bukan hal yang bisa diputuskan secara terburu-buru. Kami tidak mau gegabah, kami akan dengarkan dulu masukan dari masyarakat, karena ini akan sangat mengikat, aturannya akan sangat terdampak atau berdampak kepada masyarakat," jelas Menkomdigi Meutya Hafid.

Polisi Rekonstruksi Jalur Pelajar dari Bekasi ke Jakarta

Polisi Rekonstruksi Jalur Pelajar dari Bekasi ke Jakarta, Dalami Peran F alias Batak

Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota merekonstruksi jalur keberangkatan sejumlah pelajar dari Bekasi menuju Jakarta. Terkait dugaan kasus pengerakan pelajar lewat medsos

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut