DeepSeek Bak Pedang Bermata Dua

DeepSeek China berhasil menyentak AS.
Sumber :
  • Centre for AI Leadership

Jakarta, VIVA – Kehadiran asisten kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbaru asal China, DeepSeek, yang diduga tengah mengalami serangan siber memang belum memberikan perincian spesifik tentang sifat insiden yang dihadapinya.

img_title Jangan Percaya Ada yang Ngaku-ngaku Perekrut BUMN atau Tech Titan di LinkedIn

Akan tetapi, penting untuk disadari kalau penjahat siber atau hacker akan terus berupaya mengeksploitasi DeepSeek untuk tujuan berbahaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan keamanan siber Kaspersky telah melihat tren serupa dengan model AI populer lainnya, yang telah dimanfaatkan untuk tujuan seperti pembuatan email phishing, menerjemahkan teks, membuat skrip, dan melakukan penelitian sumber terbuka untuk menghasilkan konten yang lebih terarah dan meyakinkan.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Alat-alat ini juga dapat digunakan sebagai umpan untuk menyebarkan penipuan dan aplikasi berbahaya.

Di mata Peneliti Keamanan Kaspersky GReAT (The Global Research and Analysis Team), Leonid Bezvershenko, hal yang menonjol dalam kasus DeepSeek adalah sifat sumber terbukanya, yang merupakan pedang bermata dua.

img_title Bisnis Kripto Trump Disorot, World Liberty Pakai AI China yang Masuk Daftar Risiko AS

Menurutnya, meskipun kerangka kerja sumber terbuka mendorong transparansi, kolaborasi, dan inovasi, kerangka kerja tersebut juga menimbulkan risiko keamanan dan etika yang signifikan.

Saat menggunakan alat sumber terbuka, pengguna tidak selalu dapat meyakini bagaimana datanya ditangani, terutama jika orang lain telah menyebarkannya.

"Eksploitasi perangkat lunak sumber terbuka merupakan tren utama dalam lanskap ancaman pada tahun lalu, dengan penjahat siber (hacker) menjalankan kampanye kompleks untuk menanamkan malware," ungkap Leonid, Jumat, 31 Januari 2025.

Pada 2024, lanjut dia, pemindai sumber terbuka kami mendeteksi lebih dari 12 ribu paket berbahaya di repositori terbuka.

Tanpa pengawasan terpusat, hacker dapat mulai membuat versi perangkat lunak yang disusupi atau memperkenalkan backdoor dengan kedok alat untuk menggunakan API DeepSeek, yang menimbulkan risiko serius.

Sementara Analis Konten Web Senior Kaspersky, Olga Svistunova, melihat beberapa kasus penipuan yang terkait dengan DeepSeek.

Akibat banyaknya pengguna baru dan dugaan serangan siber terhadapnya, terdapat gangguan dalam proses pendaftaran di aplikasi dan situs web DeepSeek – banyak pendaftaran yang tidak berhasil.

"Situasi ini dapat dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk mencuri kredensial pengguna melalui halaman web DeepSeek palsu. Melalui halaman pendaftaran palsu tersebut, hacker dapat mengumpulkan email dan kata sandi pengguna. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengakses akun pengguna – di DeepSeek atau layanan lain (jika kata sandinya sama untuk beberapa akun)," jelas Olga.

Leonid maupun Olga berbagi tips supaya terlindungi dari serangan hacker lewat DeepSeek:

- Periksa dengan cermat alamat halaman yang meminta kredensial akun. Jika ada sedikit saja kecurigaan bahwa situs web tersebut palsu, jangan masukkan kata sandi.

- Pastikan semua kata sandi kuat dan unik. Untuk membuat dan menyimpannya, sebaiknya gunakan pengelola kata sandi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Selalu gunakan autentikasi dua faktor sedapat mungkin.

- Gunakan perlindungan yang andal untuk semua perangkat desktop dan seluler, agar terlindungi dari risiko kehilangan kredensial dan malware.

Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut