6 Tipe Keamanan Siber yang Harus Diwaspadai
- Istimewa
Jakarta, VIVA – Kaspersky Industrial Control Systems Cyber Emergency Response Team (ICS CERT) membagikan enam tipe keamanan siber bagi perusahaan industri untuk 2025.
Pertama, meningkatnya risiko pencurian teknologi inovatif dari perusahaan industri. Saat ini, inovasi mengubah bisnis dan mendorong revolusi teknologi baru.
Lonjakan ini juga menarik penjahat dunia maya yang menargetkan lembaga penelitian dan perusahaan teknologi terkemuka untuk mencuri informasi teknis yang berharga.
Perusahaan industri dinilai sangat rentan, karena data sensitif sering kali lebih berisiko di "lantai pabrik" atau melalui rantai pasokan daripada di laboratorium penelitian mereka sendiri.
Melindungi aset teknologi operasional (OT) untuk melawan ancaman yang semakin meningkat di tahun ini memerlukan peningkatan kesadaran dan langkah-langkah keamanan siber yang kuat.
Kedua, sanksi dan hambatan yang sengaja diciptakan sehingga mengakibatkan teknologi operasional terpapar ancaman tambahan.
Ketegangan geopolitik, sanksi, dan hambatan buatan untuk mengakses teknologi canggih mendorong pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Hal ini menimbulkan risiko keamanan bagi pengembang dan pemasok OT, karena perlindungan yang dibangun dalam produk mereka mungkin tidak lagi cukup melindungi kekayaan intelektual mereka.
Di sisi lain, perangkat lunak yang diretas, patch pihak ketiga, dan solusi lisensi semakin meningkatkan risiko keamanan siber bagi pelanggan dengan semakin mengekspos lingkungan OT mereka terhadap ancaman.
Ketiga, penerapan teknologi baru yang menimbulkan risiko siber. Perusahaan industri semakin banyak menerapkan inovasi seperti kecerdasan buatan (AI) atau pembelajaran mesin (machine learning/ML), realitas tertambah, dan komputasi kuantum untuk meningkatkan efisiensi.
Kontrol proses yang didukung AI telah menghasilkan keuntungan miliaran dolar AS dalam industri seperti metalurgi non-ferrous. Sistem ini menjadi aset produksi yang sangat diperlukan, tetapi juga menimbulkan tantangan keamanan siber baru.
Penyalahgunaan AI dapat menyebabkan pengungkapan data yang tidak diinginkan dan risiko keamanan lainnya yang sulit diprediksi.
Baik sistem AI maupun data perusahaan unik yang menjadi andalannya dapat menjadi target serangan siber yang bernilai tinggi, dengan konsekuensi potensial seperti kehilangan data permanen dan penurunan efisiensi produksi.
Sementara itu, penyerang juga memanfaatkan AI itu sendiri untuk mengembangkan alat berbahaya dan meningkatkan taktik rekayasa sosial.